Jawa Barat & Banten

Ratusan orang tertipu investasi emas bodong

Senin,  27 Mei 2013  −  19:42 WIB
Ratusan orang tertipu investasi emas bodong
Longsor di Kecamatan Cililin. (sindophoto)

Sindonews.com - Ratusan nasabah investasi emas PT Peresseia Mazekadwisapta Abadi (Primaz) Group gerudug Polda Jabar untuk laporkan penipuan yang dilakukan para direksi perusahaan.

Para investor melaporkan para direksi lantaran sudah sejak satu bulan terakhir tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar bunga. Bakan secara tiba-tiba kantor PT Primaz yang berada di Paskal Hypersquare tutup.

Kuasa Hukum investor, Jefrri M Hutagalung mengatakan, atas penipuan yang dilakukan Primaz, sebagian investor telah dirugikan hingga 500 kilogram emas atau sekira Rp350 miliar.

“Jumlah itu belum semuanya, 500 kg itu baru dari sekitar 300 dari ribuan investor yang ada di Bandung,” jelasnya kepada wartawan di Mapolda Jabar, Senin (27/5/2013).

Jefri mengatakan, PT Primaz sudah ada di Kota Bandung sejak Juni 2012 silam. Namun para nasabah baru terkena dampak pada April 2013 lalu.

Menurutnya, sejak awal tahun para investor sebenarnya sudah merasakan dampak meskipun beberapa nasabah lainnya sempat merasakan untung.

“Jadi ada beberapa yang dibayarkan bunganya, ada yang hanya setengahnya, bahkan ada juga yang tidak dapat sama sekali,” terangnya.

Dalam laporan tersebut, pihaknya melaporkan empat direksi yakni LK, BL, S, dan BP atas tuduhan penggelepan, tindak pindana pencucuian uang, dan UU ITE.

“Kenapa kami laporkan juga ITE? Karena salah satu media promonya adalah website,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul menuturkan jika pihaknya akan memanggil para saksi dan mendalami dokumen yang kini menjadi barang bukti.

“Nanti kita lihat modusnya bagaimana, saksinya kita periksa, lalu kita bisa menentukan tersangkanya,” bebernya.

Hingga saat ini Polda Jabar telah menerima sebanyak tiga laporan serupa. Untuk dua kasus lainnya, sudah mulai berjalan proses penyidikannya.


(ysw)

views: 2.035x
shadow