Kalimantan & Sulawesi

Larua vs Amparita, 2 luka tikam, 1 mobil dibakar

Minggu,  26 Mei 2013  −  23:42 WIB
Larua vs Amparita, 2 luka tikam, 1 mobil dibakar
Petenis Spanyol, David Ferrer / Zimbio

Sindonews.com - Sebuah bentrokan dua kubu pecah di Kampung Larua, Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Sulawesi Selatan. Kejadian tersebut terjadi antara warga Amparita dan panitia balap motor cross di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut bermula sekira pukul 14.00 Wita, Minggu (26/5/2013). Saat itu terjadi peredebatan antara seorang warga yang tak memiliki karcis dan seorang panitia.

Merasa tak dihargai, seorang warga tersebut kemudian memanggil rekan-rekannya hingga akhirnya melakukan penyerangan. Dalam aksi tersebut, dua orang terkena luka tikam, dan satu unit mobil warga Amparita dibakar.

Bentrokanpun berlanjut pukul 18.30 Wita. Saat massa dari seorang warga yang tak memiliki karcis mendatangi Kampung Larua. Massa tersebut sangat beringas melakukan pelemparan terhadap rumah warga.

Menurut Kapolres Sidrap, AKBP Anang Pujianto yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menurunkan ratusan personel dari TNI-Polri untuk membubarkan kerumunan massa.

Menurutnya, hingga pukul 22.00 Wita malam tadi, situasi di sekitar TKP sudah bisa dikendalikan dan kedua massa yang terlibat bentrokan telah dibubarkan.

Anang mengatakan, pecahnya insiden tersebut berawal saat kegiatan road race, dimana beberapa warga Amparita merasa keberatan dikenakan biaya karcis masuk.

"Sekarang sudah aman kok. Tidak ada apa-apa lagi. Kami bersama TNI masih di TKP berjaga-jaga," aku Anang kepada SINDO, malam tadi.

Selain menerjunkan ratusan petugas Polres Sidrap, sebanyak dua peleton pasukan Brimob Parepare dan Kodim 1420/Sidrap juga disiagakan di sejumlah titik untuk antisipasi bentrok susulan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Tri Hambodo mengatakan, hingga tadi malam pihaknya masih melakukan pengusutan terhadap motif dibalik kasus bentrokan itu.

Tri menyebutkan, korban yang mengalami luka sabetan sajam masih menjalani pemeriksaan intensif di Rumah Sakit (RS) terdekat.

"Hanya ada korban luka, tidak ada yang meninggal dunia. Kami masih di TKP sampai sekarang," ujarnya.

Dia pun mengimbau, agar warga tidak terpancing dengan provokasi yang dilakukan orang tidak bertanggungjawab.


(rsa)

views: 5.128x
shadow