Papua & Maluku

Bendera merah-putih dilecehkan di perbatasan RI-PNG

Jum'at,  1 Maret 2013  −  10:17 WIB
Bendera merah-putih dilecehkan di perbatasan RI-PNG
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com - Seorang pemuda ditangkap petugas keamanan di pintu perbatasan Skouw-Wutung, RI-Papua Nugini (PNG) karena menurunkan bendera-merah putih dan mencampakannya. Diduga pemuda tersebut adalah salah satu anggota Organisasi Papua Merdeka.

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 13.30, Kamis 28 Februari 2013 kemarin. Boas Gombo datang ke Indonesia dari Daerah Dawi di Kampung Yako, PNG. Saat melintas di pagar batas, Boas melepas bendera merah-putih dari tiangnya.

Selanjutnya, Boas membawa bendera tersebut dan berjalan menuju pos imigrasi Indonesia. Sesampainya didepan petugas imigrasi, Boas melemparkan bendera tersebut ke tanah sambil berteriak, "merdeka...merdeka"

Aparat yang berada di Pos Skouw dari Yonif 412/R/Kostrad langsung mengejar Boas dan menangkapnya. Kemudian Boas dibawa ke Pos POlisi yang berada diperbatasan RI-PNG.

Dari interogasi yang dilakukan oleh Serda Priyadi aggota Yonif 412/R/Kostrad, diperoleh info bahwa Boas Gombo di perintahkan oleh Mathias Wenda dan Beni Wenda untuk menurunkan Merah-Putih. Keduanya beralasan, Tanah Papua adalah pemberian Tuhan dan Papua harus merdeka.

Saat ini, Boas Gombo diserahkan ke Polsek Muara Tami untuk dilakukan penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.


(ysw)

views: 3.846x
shadow