Kalimantan & Sulawesi

Koalisi dokter tolak UKDI & Interensip

Senin,  25 Februari 2013  −  17:57 WIB
Koalisi dokter tolak UKDI & Interensip
Ilustrasi

Sindonews.com - Puluhan dokter muda yang menamakan dirinya koalisi dokter, hari ini menggelar unjukrasa di Kantor DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel). Aksi unjukrasa tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penolakan mereka terhadap Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) dan interensip.

Koalisi dokter yang dipimpin Muhammad Asryqar menyebut, jarak waktu pelaksanaan UKDI yang terlalu lama (tiga bulan), dan tidak adanya remedial yang diberikan kepada peserta, menjadikan profesi dokter menjadi pengangguran, khususnya bagi peserta yang tidak lulus UKDI. Sementara, interensip sendiri merupakan magang bagi para dokter yang lulus UKDI selama setahun.

“Kalau UKDI dibayar Rp1 juta per orang, dan ada informasi bulan Agustus nanti akan ada kenaikan lagi,” jelas seorang dokter Zulkifli, Senin (25/2/2013).
 
Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani sejumlah dokter muda dan pengurus BEM kedokteran dari beberapa universitas itu meminta kepada Komisi IX DPR RI, pemerintah, organisasi profesi IDI, Konsil Kedokteran (KKI), untuk meninjau kembali konsep UKDI yang telah dilaksanakan saat ini karena masih sangat jauh dengan keberhasilan.

“Kami juga meminta agar komisi IX untuk mengevaluasi, dan rapat dengar pendapat dengan penyelenggaran UKDI untuk merumuskan kembali konsep dan peraturan terkait dengan pelaksaan UKDI,” ungkap Asryqar.

Anggota Komisi E DPRD Sulsel Usman Lonta dan Devi Santy Erawaty yang menerima aspirasi tersebut berjanji akan langsung memfax tututan para dokter muda tersebut, ke Komisi IX DPR RI.


(rsa)

views: 3.866x
shadow