Sumatera

Warga Sanga Desa keluhkan pelayanan PDAM

Kamis,  7 Februari 2013  −  10:08 WIB
Warga Sanga Desa keluhkan pelayanan PDAM
llustrasi (Ist)

Sindonews.com - Warga empat desa dan kelurahan, di Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengeluhkan pelayanan PDAM Tirta Randik.

Puluhan warga yang berasal dari Kelurahan Ngulak, Ngulak I, dan Desa Ngulak II, Ngulak III, dan desa Ngunang merasa dirugikan oknum petugas PDAM.
 
Rekening pembayaran PDAM membengkak sedangkan warga sama sekali tidak menerima air bersih karena tidak mengalir. Oknum petugas PDAM dituding main tembak meteran PDAM sehingga warga dirugikan. Belum lagi, warga mengeluhkan banyaknya meteran yang rusak dan hilang. Belum lagi pipa penyaluran air bersih juga kerap bocor.
 
“Warga banyak mengeluhkan oknum petugas pelayanan PDAM Cabang Sanga desa unit desa ngulak III berinisial E yang tidak menerima keluhan warga,”ungkap Surahman warga Sanga Desa, Kamis (7/2/2013)

Akibat keluhan yang tidak pernah ditanggapi serius dan tanpa solusi yang jelas warga sudah merasa kesal. Wargapun mengancam demontrasi kalau pelayanan tidak ditingkatkan.
 
Sementara itu PDAM Tirta Randik di Sekayu diwakili Kabag Umum, Makmur berjanji akan menyelesaikan masalah yang terjadi.
 
Ketua LSM Putra Asli Sanga Desa (Putas), Surahman menuturkan jika pasokan air bersih sangat sering bermasalah. Hal itu menyebabkan warga kembali memakai air sungai yang keruh.

“Dalam sebulan kadang dua kali air hidup dan bisa tidak sama sekali. Namun warga tetap membayar. Tagihan warga bervariasi hingga ratusan ribu rupiah,” tandasnya.
 
Menurut Surahman didampingi Tarmizi rekannya menuturkan, keluhan warga sangat banyak seperti meteran rusak dan hilang. Bahkan tagihan yang punya meteran dan tidak punya meteran sama juga.

’’Saya sendiri sudah sembilan bulan tidak mendapatkan suplai air PAM, tapi ada rekening tagihan, tapi tidak saya bayar. Masak harus bayar, tapi tidak mendapatkan air, kan aneh,’’ tambah Tarmizi.
 
Menanggapi keluhan pelanggan tersebut, Kabag Umum Tirta Randik. Makmur mengatakan, pelanggan di Kecamatan Sanga Desa ini mencapai 1016  pelanggan, dari jumlah tersebut sekira 30 persen meterannya mengalami kerusakan, meski begitu pihaknya akan kembali melakukan pendataan ulang.

’’Bagi meteran pelanggan yang rusak , akan kita ganti, karena kita sendiri mempunyai stok meteran baru sebanyak 2000 buah,’’ ujar Makmur
 
PDAM juga, jelas Makmur kesulitan karena kerapnya listrik biar pet.

’’Akibat listrik sering biar pet  pelanggan yang berada di ujung pasti tidak mendapatkan suplay air. Dan kalau harus menggunakan genset sebagai pengganti listrik, biaya sangat tinggi terutama BBMnya,’’ ujar Makmur.

Untuk itu, Makmur meminta warga bersabar dan menahan diri, karena PDAM berjanji menyelesaikan persoalan tersebut. Salah satu jalan keluarnnya kapasitas debit air akan ditingkatkan dari 20 liter perdetik menjadi 40 liter perdetik.

’’Pada tahun depan akan kita tambah kapasitas debit air tersebut, itu salah satu solusinya,’’ jelas Makmur.

Sedangkan terhadap petugas PDAM yang ada di Sanga Desa, pihaknya masih akan mempertimbangan harus dipindahkan.

’’Kita masih akan mempertimbankan harus dipindahkan kemana,’’ paparnya.


(rsa)

views: 1.252x
shadow