Pilkada

Pilgub Jabar

"Kasus PKS mirip saat Aa Gym nikah lagi"

Rabu,  6 Februari 2013  −  01:06 WIB
Kasus PKS mirip saat Aa Gym nikah lagi
(Ist)

Sindonews.com - Citra Komunikasi Lingkar Survei Indonesia (Cikom) merilis hasil survei Pilgub Jabar 2013. Dalam rilisnya, tampak persaingan cukup ketat antara dua inkumben yang mencalonkan gubernur lewat partai berbeda.

Inkumben Dede Yusuf untuk sementara masih teratas dengan pemilih 35,3 persen, di belakangnya inkumben Ahmad Heryawan (Aher) dengan 27,4 persen, dan Rieke Diah Pitaloka 13,2 persen.

Tiga Cagub tersebut berpotensi meraih suara pemilih lebih banyak mengingat masih ada faktor yang belum dimasukan ke dalam survei, yakni pengaruh tsunami politik PKS.

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi Lingkar Survei Indonesia (Cikom) Toto Izul Fatah mengatakan, survei dimulai 10-16 Januari 2013, sebelum terjadinya kasus daging sapi impor yang menyeret Luthfi Hasan Ishaq (LHI). Akibatnya, LHI ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia pun mundur sebagai Presiden PKS digantikan M Anis Matta.

Toto menyebutkan, hampir bisa dipastikan jika kasus PKS itu akan berdampak pada Pilgub Jabar 2013. PKS yang mengusung pasangan nomor urut 4 Aher-Deddy Mizwar bisa kena getahnya berupa beralihnya calon pemilih pasangan ini.

"Analisis kami, kasus LHI punya efek domino yang buruk terhadap calon yang diusung PKS," kata Toto, di Bandung, Selasa 5 Februari 2013.

Toto memang mengaku tidak memiliki data kuat tentang kaitannya tsunami PKS dengan Pilgub Jabar. Tetapi secara analisa sangat memungkinkan kasus tersebut berdampak besar.

Alasannya, karakteristik PKS berbeda dengan partai yang identik berlabel Islam seperti PPP dan PAN. Menurutnya, PKS dibagun dengan militansi dan semangat dawah kader-kadernya.

"Jadi ada misi profetis selain mengejar karier politik, misi itu pahala atau semangat agama. Ini kekuatannya," terangnya.

Lanjut Toto, di sisi lain kekuatan itu justru menjadi kelemahan pada saat kader bahkan petingginya terkait prilaku menyimpang atau keluar dari semangat partai, misalnya korupsi. Padahal, kata dia, PKS terlanjur menyebut diri sebagai partai bersih.

"Analisis kami, kasus ini akan berdampak buruk yang menimbulkan kegelisahan kolektif di dalam tubuh partai. Ini susah ditutupi. Ini juga yang bakal menyestop simpati publik sehingga pada saat mau memilih orang akan mempertimbangkannya dan mundur lagi," urainya.

Terlebih, sambung dia, kasus dugaan korupsi ini bukan melibatkan kader partai tapi petingginya langsung (LHI). "Saya khawatir kasus PKS ini seperti saat Aa Gym saat nikah lagi," sebutnya.

Ia menuturkan, dalam kasus Aa Gym sebenarnya tidak ada pelanggaran dari sisi agama. Namun justru mendapat penentangan dari kaum ibu. Sehingga kaum hawa berbondong-bondong meninggalkan dai kondang itu.

"Jika ada militansi agama, misalnya di pesantren, ternyata kyai-nya melenceng, dia akan mendapat reaksi negatif," terangnya.

Beratnya bagi Aher, sambungnya, adalah ketika masyarakat hafal betul bahwa Aher adalah politisi PKS. Karena itulah, diduga pemilih yang tadinya akan memilih Aher bisa berubah karena melihat label PKS-nya.

Kata Toto, kasus PKS ini akan menguntungkan bagi calon lain, misalnya Rieke Diah Pitaloka. Tidak menutup kemungkinan pemilih Aher akan memilih Rieke yang berpasangan dengan Teten.


(rsa)

views: 1.700x
shadow