Papua & Maluku

Telinga bayi 9 bulan mengeluarkan darah, nanah, dan ulat

Senin,  28 Januari 2013  −  17:34 WIB
Telinga bayi 9 bulan mengeluarkan darah, nanah, dan ulat
Nurul dengan benjolan di telinga kanannya (Syamsudin Sidik/Koran Sindo)

Sindonews.com - Seorang balita berusia sembilan bulan bernama Nurul, asal Desa Yayasan, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara ini hanya bisa merintih kesakitan setiap harinya.

Benjolan di telinga kanannya itu sering kali mengeluarkan darah, nanah, bahkan ulat.  Kedua orang tuanya, tak punya biaya untuk mengobati Nurul secara medis.

Nurul seringkali merintih kesakitan. Umurnya yang masih belia, membuat kedua orang tuanya Rafli Hi Muhammad (25) dan Rini Arif (22)  juga kewalahan menenangkan sang buah hati yang lebih banyak menangis.

“Beginilah setiap hari, hanya menangis mungkin karena sakit,” ungkap Rini saat menggendong bayi kesayanganya itu, Senin (28/1/2013).

Penyakit yang diderita Nurul balita ini tergolong penyakit aneh di daerahnya. Penyakit seperti itu baru ditemui apalagi bagi anak seumurnya.

Rini orang tua Nurul mengatakan, awalnya penyakit yang diderita Nurul hanya nampak bintik-bintik merah pada bagian pipi dan telinga kanannya. Bintik itu mulai membesar dan bahkan menjadi benjolan besar seperti kanker. Sudah begitu, cairan berupa daerah bercampur nanah sering keluar dari benjolannya.

“Keluar darah bercampur nanah, kadang juga ada Ulat karena sudah membusuk," jelasnya.

Dari kondisinya, siapa saja bisa merasakan betapa sakitnya penyakit yang diderita Nurul. Sayangnya, Nurul yang belum bisa berjalan, hanya merintih dengan tangisannya. Kadang hanya merintih, kadang pula menangis histeris.

Bintik-bintik lain juga menyerang sejumlah tubuhnya membuat sejumlah badan balita ini, kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan kedua orang tuanya tidak pernah membawa Nurul ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Karena keterbatasan biaya.

Pekerjaan kedua orang tuanya Nurul Balita malang ini hanya sebagai tenaga honorer membuat saran Dokter itu menjadi bumerang bagi Rini dan Rafli.

Banyak cara sudah ditempuh Rini dan Rafli kedua orang tuanya, termasuk membawa Nurul ke orang pintar (Dukun). Namun, kondisinya tidak ada perubahan, malah semakin parah benjolan di telinga kanannya.

Saat ini, Nurul hanya bisa bertahan dengan obat verbal berupa daun teh. Ini berkat saran rekan Rini agar benjolan Nurul itu ditutupi dengan daun teh.

“Alhamdulillah, meski tetap begini tapi ada sedikit perubahan saat pakai daun teh itu. Paling tidak bisa meringkankan rasa sakitnya,” ucap Rini.

Kini, kedua suami-istri yang masih menumpang di rumah orang tua Rini itu hanya bisa berdoa, kiranya ada uluran tangan dari berbagai pihak agar derita anak semata wayangnya itu bisa diakhiri.


(rsa)

views: 5.883x
shadow