Sumatera

Gempa Aceh, warga ngungsi ke Jembatan Pante Pirak

Kamis,  10 Januari 2013  −  22:36 WIB
Gempa Aceh, warga ngungsi ke Jembatan Pante Pirak
Ilustrasi, suasana di jembatan Pante Pirak, Aceh. (okezone)

Sindonews.com - Gempa yang mengguncang Aceh sempat membuat panik warga. Bahkan mereka empat mengungsi ke Jematan Pante Pirak, Banda Aceh untuk memantau ketinggian air sungai.

“Tidak ada potensi tsunami,” kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mata Ie, Aceh Besar Syahnan, Kamis (10/1/2013) malam.

Kendati begitu, gempa tersebut sempat membuat sejumlah warga panik. Apalagi mereka yang pernah menjadi korban keganasan gelombang tsunami.

Salah seorang warga rumah susun Keudah Banda Aceh mengaku sangat panik. Ia membawa keluarganya ke jembatan Pante Pirak Banda Aceh untuk memantau air sungai.

“Kami tinggal di lantai empat, sangat kuat merasa goncangan. Kami korban tsunami jadi takut,” ujar Amir.

Sementara warga yang berada di pesisir berhamburan ke luar rumah dan mengevakuasi diri ke tempat yang aman. Selain itu juga terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan, diantara Simpang Dodik, Jambo Tape, dan simpang Kodim Banda Aceh.

Di jalan STA Mahmud Syah seorang pemuda yang ngebut akibat panik mengalami kecelakaan. Namun ia tidak mengalami luka parah sehingga melanjutkan perjalanan.

Puluhan relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh disebar ke sejumlah tepi pantai dan pesisir Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Jaya.
“01 BPJ 1014 saya sedang di Pantai Ulee Lheu, saat ini air tidak surut tolong arahkan warga agar tidak panik,” kata Ismail Komandan Satgas Bantuan Komunikasi (Satgaskom) RAPI Banda Aceh.

Para relawan RAPI melaporkan pesisir Banda Aceh dan Aceh Besar serta Aceh Jaya tidak terjadi tanda-tanda tsunami. Dilaporkan Alue Naga, Lampuuk, Ulee Lheu, Ujong Batee, serta laut seputar Syiah Kuala tidak ada air surut.

“Dengar ombak lautnya syahdu, tenang dan surut air di sini. Kami kembali mencari udang demikian net pengendali,” kata salah seorang relawan.


(ysw)

views: 1.469x
shadow