Jawa Barat

2 pekan, puluhan ayam mati mendadak

Kamis,  3 Januari 2013  −  10:21 WIB
2 pekan, puluhan ayam mati mendadak
Petugas lakukan penyemprotan di kandang unggas. (sindotv)

Sindonews.com – Kasus kematian ayam mendadak di Desa Rancaputat, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka terus bertambah. Terhitung sejak tanggal 22 Desember 2012 hingga awal Januari ini, sedikitnya tercatat sudah 25 ekor ayam yang mati dengan gejala sama di desa tersebut.
 
Petugas Participatory Disease and Surveillance Response (PDSR) Dinas Kehutanan, Perkebunan, dan Peternakan (Dishutbunak) Majalengka, Wartam membenarkan adanya peningkatan jumlah ayam yang mati mendadak. Dia menjelaskan, tidak menutup keumungkinan jumlah ayam yang mati akan bertambah.
 
“Dari hasil pantauan kami, kini sudah ada 25 ekor ayam yang mati. Proses matinya ayam tersebut sama seperti sebelumnya dengan gejala sakit dan mati mendadak,” kata Wartam kepada wartawan, Kamis (3/1/2013).

Menyikapi hal tersebut, jelas dia, pihaknya terus melakukan penyuluhan kepada warga setempat yang memiliki ternak ayam. Selain penyuluhan, jelas dia, pihaknya juga melakukan penyemprotan vaksinasi  di sejumlah kandang.

“Untuk pencegahan sendiri, bisa dilakukan dengan cara membersihkan kandang ternak dan memberi vaksin hewan ternak secara berkala,“ ungkap dia.
 
Lebih jauh dia mengimbau agar ketika ditemukan terdapat ternak mati mendadak, segera melaporkan ke petugas terdekat.

“Kalau sudah dicek petugas, kan nanti bisa diketahui apa penyebabnya. Lalu kita bisa melakukan antisipasi selanjutnya agar penyakit ini tidak menular ke ternak lain,” papar dia.
 
Sementara itu, Kepala Desa Rancaputat, Kusnadi mengatakan, kini pihaknya bersama petugas terkait gencar melakukan penyemprotan ke sejumlah kandang ternak milik warga. Penyemprotan tersebut, jelas dia, tidak hanya dilakukan di kandang tempat ditemukannya kasus, melainkan secara merata.


(ysw)

views: 768x
shadow