Jawa Tengah & DIY

Perusakan pos polisi Semarang bukan teror

Rabu,  19 Desember 2012  −  21:41 WIB
Perusakan pos polisi Semarang bukan teror
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com - Perusakan dua Pos Polisi Lalu Lintas (Polantas) di Semarang disinyalir bukan merupakan aksi teror atau dilakukan kelompok tertentu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djihartono
menilai, insiden itu merupakan pidana murni.

“Sejauh ini belum ada informasi yang menyebutkan itu dilakukan oleh kelompok tertentu, kelompok
teror, insiden itu juga menjadi perhatian serius kami, kami back up Polrestabes Semarang untuk penyelidikan ini,” ungkap Djihartono, di Mapolda, Jawa Tengah, Rabu (19/12/2012).

Terkait perayaan Natal dan Tahun Baru, Djihartono mengatakan pihaknya akan menjaga ketat dengan
operasi lilin yang diadakan mulai 23 Desember-4 Januari. Sebanyak 2649 gereja yang ada di Jawa Tengah akan dijaga ketat, tak terkecuali obyek-obyek vital lainnya.

“Kami siapkan 239 Pos Pam (Pos Pengamanan), kekuatan personel juga sekira 2/3 dari total
keseluruhan anggota kami sebanyak 35.000 personil,” jelasnya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Elan Subilan mengatakan, perusakan dua Pos Polantas di
wilayah hukumnya tidak perlu dikhawatirkan.

“Kalau ada indikasi teror tetap kami hadapi, anggota harus tetap bekerja, berjaga dan waspada walaupun ada hal-hal seperti itu,  tidak ada alasan untuk takut atau mundur, siapa suruh jadi polisi,” katanya enteng.

Sebelumnya diberitakan, dua Pos Polantas di Semarang yang dirusak adalah Pos Polantas Gajah Mada, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Semarang Tengah dan Pos Polantas di Jalan Kelud Raya, Kelurahan Petompon, Kecamatan Gajahmungkur.  Kaca Pos Polantas itu dirusak oleh Orang Tak dikenal (OTK) dengan cara dilempar batu.


(rsa)

views: 957x
shadow