Pilkada

500 pasukan Brimob ditarik dari Bangkalan

Rabu,  19 Desember 2012  −  18:26 WIB
500 pasukan Brimob ditarik dari Bangkalan
(Foto: Dok Okezone)

Sindonews.com - Sebanyak 500 personel dari satuan Brimob ditarik dari Kabupaten Bangkalan. Hal ini menyusul situasi daerah tersebut yang berangsur mulai aman dan kondusif, pasca pelaksanaan Pilkada 12 Desember 2012 lalu.

Adapun personel yang ditarik tersebut adalah Brimob Polda Jawa Tengah. Sebelumnya, dari kesatuan yang sama yakni Brimob Kelapa Dua Jakarta juga sudah ditarik kembali ke asal kesatuan dan dengan jumlah yang sama, yakni sebanyak 500 personel.

“Personel pengamanan yang bertugas menjaga jalannya proses Pilkada, kami lakukan penarikan secara bertahap. Untuk terkini, dilakukan penarikan 500 personel dari Brimob Polda Jateng,” ujar Kapolres Bangkalan AKBP Endar Priantoro, di Mapolres Bangkalan, Rabu (18/12/2012).

Pasca dinyatakan aman dan kondusif, Endar menambahkan, tidak hanya dari kesatuan Polda Jateng dan Kelapa Dua saja, sebagian satuan dari Polda Jawa Timur juga sudah ditarik kembali ke markas. Adapun yang ditarik adalah, sebanyak 998 personel yang saat Pilkada lalu bertugas di tiap TPS.

Praktis, petugas yang masih  bertahan untuk berjaga dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pasca rekapitulasi suara masih ada.

Adapun rincian personel yang masih stand by yakni dari Polres Bangkalan sebanyak 300 personel, Brimob Polda Jawa Timur sebanyak 372 personel, dan pasukan Pengendalian Massa (Dalmas) Polda Jawa Timur sebanyak 124 personel.

“Tentu tidak kami tarik semua, masih ada banyak yang berjaga-jaga diobyek vital seperti kantor KPU. Ya, untuk langkah antisipasi saja,” tegas Endar.

Adanya penarikan ratusan pasukan Brimob tersebut, disambut baik oleh masyarakat Bangkalan. Seorang tokoh masyarakat Bangkalan Ustad Hasbullah menyatakan, dengan adanya pengurangan pasukan dari kepolisian, paling tidak bisa memulihkan psikologi masyarakat.

Di mana, situasi kabupaten Bangkalan sebelum dan pasca Pilkada lalu, mirip seperti kawasan perang dengan pemandangan hilir mudik aparat kepolisian dengan senjata lengkap. Baik itu dikawasan kota maupun pedesaan.

“Kalau memang sudah ada penarikan, tentu ukurannya situasi keamanan sudah mulai kondusif. Jadi paling tidak, masyarakat tidak lagi kuatir,” ucapnya.

Diketahui, sebelum pelaksanaan Pilkada Bangkalan 12 Desember lalu, ribuan aparat keamaan dari unsur Polri dikerahkan untuk mengawal jalannya tahapan Pilkada. Tidak hanya dari jajaran Polda Jawa Timur saja, petugas juga didatangkan dari kesatuan luar baik itu dari Polda Jawa Tengah, dan Satuan Brimob Kelapa Dua Jakarta.

Keamaan super ketat tersebut, dilakukan setelah aksi bentrok dengan salah satu pasangan calon yang didiskualifikasi oleh KPU Bangkalan. Tidak hanya mengawal Kantor KPU yang sempat menjadi sasaran amuk pendukung, polisi juga mengawal dan menjaga distribusi logistik hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).


(rsa)

views: 1.077x
shadow