Kalimantan & Sulawesi

Pembantaian Kanano, polisi curigai suaminya

Senin,  10 Desember 2012  −  14:27 WIB
Pembantaian Kanano, polisi curigai suaminya
Ilustrasi (sindonews)

Sindonews.com – Jajaran Reserse Kriminal Polres Majene, terus mengumpulkan bukti-bukti pelaku pembunuhan sadis terhadap Kanano, mayat wanita yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan di areal pinggir sungai di Desa Ratte, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

“Untuk sementara, kita curigai pelakunya adalah Sabbang, yang tidak lain adalah suami korban,” kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Jubaedi, kepada SINDO, ketika dikonfirmasi, Senin (10/12/2012). 

Dikatakan Jubaedi, kecurigaan polisi mengerucut pada suami korban atas beberapa keterangan yang diperoleh dalam proses penyelidikan. Selain itu, saat polisi ingin memintai keterangan dari Sabbang, ia justru tidak ada ditempat.

Dari situ, ada kecurigaan terhadap suami korban. Namun, untuk menetapkan sebagain tersangka, pihaknya masih mengumpulkan data dan bukti kuat untuk itu.

“Kita belum menetapkan tersangka. Karena masih harus mengumpulkan bukti yang kuat untuk meningkatkan status seseorang sebagai tersangka,” jelas Jubaedi.

Menurut Jubaedi, pihaknya mengarahkan kecurigaan kepada suami korban, karena dua hari sebelum korban ditemukan tewas, Kanano diketahui bersama dengan suaminya. Saat itu, keduanya sedang bertengkar.

Apalagi, dari keterangan sejumlah saksi yang diperiksa terkait dengan kasus itu, semuanya mengarah kepada suami korban. Hanya saja, penetapan tersangka tidak dilakukan karena harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kecuali jika buktinya sudah kuat.

Adapun motif pembunuhan sadis itu dilakukan, tambah Jubaedi, ada dua yakni cemburu dan sakit hati terhadap korban.


(ysw)

views: 831x
shadow