Kalimantan & Sulawesi

21 balita teridentifikasi gizi buruk

Selasa,  9 Oktober 2012  −  17:44 WIB
21 balita teridentifikasi gizi buruk
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com - Buruknya perhatian pemerintah terhadap warga yang tinggal di pelosok membuat sejumlah balita di Kabupaten Wajo teridentifikasi menderita gizi buruk.

Dinas Kesehatan Wajo sendiri sudah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terhadap kondisi tersebut.

Data Dinkes Wajo menerangkan, hingga bulan September 2012, balita yang memiliki berat badan di bawah garis merah (BGM) mencapai 352 orang. Dari jumlah tersebut balita yang positif menderita gizi buruk sebanyak 21 orang.

"BGM adalah cikal bakal dari gizi buruk apabila terlambat ditangani, ataupun penanganannya kurang bisa makin parah. Saat ini sebanyak 21 balita positif gizi buruk," kata Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo Huslan di ruang kerjanya, Selasa (9/10/2012).

Kendati belum ada yang meninggal dunia, Dinkes Wajo sudah menetapkan kasus ini sebagai KLB. "Kami sudah tetapkan status KLB," katanya.

Upaya menekan angka gizi buruk, Dinkes melakukan sosialisasi dan penyuluhan tehadap masyarakat melalui Posyandu. Bagi warga yang tidak sempat ke Posyandu akan didatangi kader dari Dinkes untuk mendapat penyuluhan.

"Kami juga memberikan bantuan asupan makanan tambahan kepada balita BGM," terangnya.

Penderita gizi buruk mudah dideteksi jika orangtua rajin membawa anaknya ke Posyandu. "Kendalanya adalah warga yang tidak sempat ke posyandu terpaksa didatangi door to door oleh kader kesehatan," katanya.

Berdasarkan data SINDO Tahun 2011 jumlah penderita gizi buruk mencapai 42 orang, dua di antaranya meninggal dunia. Untuk tahun 2010 angka penderita gizi buruk sebanyak 30 penderita, empat di antaranya meninggal dunia. Sedangkan tahun 2009 tercatat ada 15 penderita, satu di antaranya meninggal.


(ysw)

views: 1.151x
shadow