Jawa Timur

Warga Alastlogo-Marinir rayakan HUT TNI

Jum'at,  5 Oktober 2012  −  21:51 WIB
Warga Alastlogo-Marinir rayakan HUT TNI
Pelajar menaiki kendaraan tempur lapis baja seusai peringatan HUT TNI ke 67. (Photo/Arie)

Sindonews.com - Ketegangan antara warga Alastlogo dengan Marinir TNI AL semakin mereda. Bahkan pada peringatan HUT TNI ke-67, warga yang berada dalam wilayah sengketa lahan tersebut nampak berbaur dengan Marinir TNI AL.

Puluhan warga dan pelajar di kawasan Grati, Nguling dan Lekok Kabupaten Pasuruan diberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat personel dan persenjatan dan kendaraan tempur TNI.

Peringatan HUT TNI yang dipusatkan di Markas Komando Latihan Marinir (Makolatmar) Grati, ini sekaligus untuk membuktikan TNI dan warga adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Warga dan pelajar nampak tak canggung untuk masuk ke kawasan militer yang selama ini kerap bersinggungan akibat sengketa lahan. Selain bercengkeraman, warga juga mencoba menaiki kendaraan tempur tank yang disiapkan pada peringatan HUT TNI tersebut.

Seperti pengalaman yang dialami Sugeng (49), warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang batu ini tak sungkan menyapa prajurit TNI yang tengah berada di atas kendaraan lapis baja tersebut.

"Saya sangat senang bisa melihat dari dekat tank milik TNI. Saya sudah dua kali naik tank. Rasanya seperti berada di medan perang," kata Sugeng, Jumat (5/10/2012).

Komandan Kolatmar TNI AL, Kolonel (Mar) Amir Faisol mengatakan, keberadaan TNI adalah terlahir untuk dapat menjadi bagian dari masyarakat. Sehingga TNI dan masyarakat adalah bagian yang tak terpisahkan satu sama lain.

"TNI lahir dari rakyat, oleh rakyat dan kami berdiri juga untuk melindungi rakyat. Kalaupun ada permasalahan, segera harus dimusyawarahkan," kata Kolonel Amir Faisol.

Pihaknya tidak menampik, jika di kawasan militer yang dipimpinnya kerap terjadi gejolak dengan masyarakat setempat. Namun, dengan rencana program pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan, ketegangan ini akan semakin mereda.

"Yang paling penting adalah bagaimana TNI dan masyarakat bisa bekerja sama. Program pembangunan tetap berjalan di masyarakat," tandas Kolonel Amir Faiso.


(mhd)

views: 1.670x
shadow