Kalimantan & Sulawesi

Tunjangan untuk guru di lokasi terpencil

Rabu,  3 Oktober 2012  −  16:00 WIB
Tunjangan untuk guru di lokasi terpencil
Ilustrasi (Dok. Okezone)

Sindonews.com - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantaeng, Sulawesi Selatan, mendesak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantaeng untuk menganggarkan tunjangan khusus guru yang mengabdi di daerah terpencil.

"Tunjangan guru yang mengajar di kota harus dibedakan dengan di desa terpencil, karena wilayahnya sangat rumit dan membutuhkan biaya yang cukup tinggi," ujar Ketua Komisi I DPRD Bantaeng Anas Hasan, Rabu (3/10/2012).

Selama ini, guru yang mengajar di tempat terpencil sering terlambat mengajar. Ada beberapa desa yang belum terjangkau transportasi umum.
Legislator asal Barnas tersebut menyebutkan, pihaknya akan menyetujui, jika Disdikpora mengusulkan anggarannya dalam APBD pokok 2013 mendatang.

"Kita siap membantu kalau itu demi kepentingan guru," papar Anas.

Anas mengatakan, guru itu berhak mendapatkan tunjangan dengan harapan termotivasi untuk melaksanakan tugas di wilayah yang jauh. Jika ada guru yang sudah menerima tunjangan khusus, namun tidak melaksanakan tugas dengan baik, maka Pemkab berhak mencabut tunjangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Disdikpora Bantaeng Basri mengatakan, usulan tersebut kemungkinan masih harus dikaji lebih jauh. Pasalnya saat ini tidak ada lagi sekolah yang masuk kategori terpencil.

"2011 lalu, kami telah mengusulkan delapan SD (Sekolah Dasar) dan SMP(Sekolah Menengah Pertama) sebagai kategori terpencil. Namun tidak satupun yang mendapat persetujuan dari pusat," tandas Basri.


(mhd)

views: 1.912x
shadow