Sumatera

Raja copet Pasar 16 Ilir ditembak

Jum'at,  28 September 2012  −  22:07 WIB
Raja copet Pasar 16 Ilir ditembak
ilustrasi: dok. okezone

Sindonews.com - Apes kali ini dialami seorang raja copet Pasar 16 Ilir bernama Tarmizi (44). Pasalnya, usai mencopet tas milik seorang nenek-nenek dengan 11 cucu bernama Nurhayati (70) malah ditangkap Aparat Unit Pidum Satuan Reskrim Polresta Palembang.

Namun saat hendak ditangkap kemarin (28/9) sekitar pukul 11.30 WIB, tersangka Tarmizi malah berusaha melarikan diri sehingga petugas terpaksa memberi tindakkan tegas dengan menembak kaki kanannya.

Sewaktu aksi copet dilakukannya dipergoki salaah seorang pengunjung pasar 16 Ilir, warga Jalan Mujahidin, Lorong Khotib II, No 13, RT 12,RW 5, Kelurahan Talang Semut,Kecamatan Bukit Kecil Palembang ini sempat ingin menampar muka pengunjung itu.

Beruntungnya saat itu ada anggota Unit Pidum Polresta Palembang, sehingga langsung menangkap tersangka. Begitu melihat ada Polisi, tersangka berusaha melarikan diri dan petugas terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan di kaki kanannya.

Ketika melakukan aksinya tersangka Tarmizi bersama tiga rekannya dua diantaranya wanita bernama Cek Lina dan Rika serta Beni. Komplotan ini berpura-pura berbelanja sembari membawa kantong kresek warna hitam.

Begitu melihat korban yang membawa sebuah tas berukuraan besar, komplotan ini langsung mempet korban. Disaat korban lengah komplotan ini langsung mengambil tas milik korban yang ada di dalam berukuran besar itu.

Tetapi komplotan ini tidak menyadari jika aksi yang mereka lakukan telah diintai Polisi. Usai menggasak tas milik korban, Polisi langsung menangkap komplotann ini yang berusaha melarikan diri. Sempat terjadi kejar-kejaran dan menjadi tontonan pengunjung Pasar 16 Ilir.

Akhirnya, tersangka Tarmizi berhasil ditangkap dan dilumpuhkan dengan tembakan di kaki kanannya. Sedangkan tiga temannya berhasil melarikan diri dengan tanpa membawa tas warna coklat milik korban yang berisikan obat-obatan, KTP dan uang Rp200 ribu.

Saat itu korban Nurhayati datang dari Perumahan Bukit Mas, dan baru turun dari Transmusi. Kemudian korban bermaksud naik angkot jurusan Musi II langsung dipepet komplotan ini dan sempat melarikan tas korban yang telah mereka ambil dan merasa kehilangan.
  
Ketika dimintai keterangan,  tersangka Tarmizi membantah jika telah melakukan aksi copet itu dan bahkan sempat menangis."Iya aku yang mengambil tas korban yang mau naik mobil. Seingat aku sudah delapan kali aku mencopet dengan Cek Lina, Rika dan Beni. Tapi aku hanya menerima lemparan tas itu," ungkap tersangka Tarmizi menjelaskan, Jumat (28/9/2012).

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto didampingi Kanit Pidum Iptu Nanang Supriatna membenarkan telah mengamankan seorang pencuri dikawasan Pasar 16 sudah sangat meresahkan.

"Tersangka biasa bermain secara komplotan, dan kita amankan pada saat beraksi beserta  barang buktinya" tegas Djoko.


(azh)

views: 1.542x
shadow