Angka kematian bayi di OKI masih tinggi

Angka kematian bayi di OKI masih tinggi
Ilustrasi (dok:Istimewa)
A+ A-
Sindonews.com - Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) angka kematian bayi dan ibu di Kabupaten Ogan Komering Ilir, masih cukup tinggi. Bahkan pada tahun 2012 ini, angka kematian bayi dan ibu tercatat sebanyak 85 orang.

"Angka kematian bayi mulai Januari hingga September 75 orang, sementara angka kematian ibu hamil dan melahirkan sejak Januari hingga sekarang, sebanyak 11 kasus," ujar Kepala Dinas Kesehatan OKI dr Mgs M Hakim kepada wartawan di OKI, Rabu (26/9/2012).

Dia menambahkan, jumlah itu menurun jika dibandingkan tahun 2011 lalu yang mencatat kematian bayi hingga mencapai 97 orang dan kematian ibu sebanyak 97 orang.

"Jmlah kematian bayi dan ibu, sejak 2007 bisa ditekan, tetapi masih fluktuatif. Jika kita lihat data di 2007 angka kematian ibu yang melahirkan dan nifas sebanyak 17 orang, kemudian tahun 2008 sebanyak 17 orang, tahun 2009 menjadi 7 orang. Pada 2010 jadi 11 orang, dan 2011 naik menjadi 14 orang," terangnya.

Dia menambahkan, kematian bayi memiliki banyak penyebab. Diantanya sesak nafas, tingkat ketahanan tubuh bayi yang baru dilahirkan sangat rendah, dan minimnya asupan gizi saat sang ibu tengah hamil. Faktor lainnya adanya kelainan pada sang ibu saat hamil.

"Kami menduga selain karena faktor asupan gizi ibu ketika hamil, juga ada faktor lain yang ikut berperan penting," katanya.

Setiap kematian bayi lahir, lanjutnya, selalu diawali dengan berat badan lahir rendah (BBLR) atau kurang dari 2,5 kilogram, sehingga penanganan yang dilakukan tim medis sering kali didak membuahkan hasil karena bayi tidak bisa bertahan hidup lebih lama lagi.


Selanjutnya...
dibaca 2.153x
Halaman 1 dari 3
Top