Jawa Barat

LAPAN kembali uji roket RX-550

Rabu,  26 September 2012  −  08:37 WIB
LAPAN kembali uji roket RX-550
Seorang teknisi LAPAN tengah mempersiapkan motor roket RX-550 baru di hanggar integrasi Stasiun Peluncuran Roket LAPAN di Pameungpeuk. (fani/koransindo)

Sindonews.com – Instalasi alat pengukur performa roket dipasang di Stasiun Peluncuran Roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Pemasangan sejumlah alat pengukur ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan uji statis motor roket RX-550 yang akan dilakukan pada Sabtu 29 September 2012 mendatang.

Kepala Balai Produksi dan Pengujian Roket LAPAN Sudihartono menyebutkan, beberapa alat tersebut terdiri dari alat untuk mengukur daya dorong, tekanan, vibrasi, tempratur, dan data visual. Sejumlah peralatan itu, jelas Sudi, akan menentukan apakah motor roket senilai Rp5 miliar ini akan layak menjalani uji terbang atau tidak di 2013 nanti.

“Roket RX-550 sendiri masih dalam tahapan penelitian dan penyempurnaan. Di 2011 lalu, kami sempat  melakukan uji statis. Namun, karena tidak sempurnanya struktur material pada bagian nossel motor roket saat itu, RX-550 masih belum bisa dikatakan layak uji terbang. Sekarang, uji statis motor pendorongnya akan kita lakukan kembali,” katanya saat ditemui Selasa 25 September 2012.

Diungkapkan Sudi, belum sempurnanya struktur komponen nossel motor roket disebabkan oleh terbatasnya kualitas material logam. Saat itu, logam pada komponen nossel motor roket hanya memiliki ketebalan 3 milimeter.

“Idealnya, ketebalan struktur material 6 milimeter. Sedangkan kondisi saat itu ketebalannya hanya 3 milimeter. Jadi yang seharusnya material itu bisa menahan panas sebesar 3.000 derajat celcius selama waktu pembakaran propelan sekitar 14 detik, ini malah hanya tahan dalam waktu 7 detik saja. Akibatnya, saat memasuki detik ke 8, material nossel roketnya robek dan pecah,” ungkapnya.
           
Pihak LAPAN, tambah Sudi, selama ini telah melakukan perbaikan dan penyempurnaan struktur material nossel tersebut jelang rencana pelaksanaan uji statis di Sabtu akhir pekan nanti. Senada dengan Sudi, Kepala Bidang Motor Roket LAPAN Saeri, membenarkan bila pembenahan RX-550 kali ini hanya terletak pada desain struktur saja.
           
“Dari pengalaman uji statis tahun lalu, desain propulsi roket RX-550 tidak bermasalah. Hanya desain strukturnya saja yang mesti disempurnakan melalui penambahan lapisan pada material nossel. Jadi desain masih tetap sama,” katanya.
           
Kendati mengalami kegagalan pada struktur material nossel, Saeri optimistis motor roket RX-550 dapat menghasilkan daya dorong yang diharapkan. Pada serangkaian uji statis 2011 lalu, motor roket ini mampu menghasilkan daya dorong sebesar 25 ton.
           
“Kita berharap daya dorong kali ini bisa melebihi 25 ton. Daya dorong sebesar 25 ton itu dihasilkan dalam waktu 7 detik. Sedangkan pada proses pembakaran propelan adalah 14 detik hingga bahan bakarnya habis. Bila struktur material nossel bisa tahan selama itu, kami berharap daya dorongnya bisa lebih dari sebelumnya,” ujarnya.
           
Seperti diketahui, nama roket RX-550 diambil dari diameter motor roket yang berdiameter 550 milimeter. Panjang motor roket setidaknya mencapai 6 meter.

Sedangkan panjang keseluruhan roket bisa mencapai 9 meter lebih. Fungsi khusus roket RX-550 adalah sebagai pendorong (booster) utama yang akan membawa satelit ke luar angkasa dengan kapasitas bahan bakar jenis HTPB (hydroxyl toluen poly butadiene) sebanyak 1,8 ton.

Roket ini diprediksi memiliki jarak tempuh sejauh 150 km dengan jangkauan sepanjang 300 km. Roket RX-550 ini tidak lain dari roket penyempurnaan beberapa roket produksi LAPAN sebelumnya, yaitu RX-420 di tahun 2009 dan RX-320 di tahun 2008.

Karena belum bisa menjangkau target yang ditetapkan, kedua roket itu pada akhirnya disempurnakan kembali melalui proyek pembangunan roket RX-550.

Adapun dana yang diperlukan dalam proyek pembangunan roket RX-550 ini adalah sebesar Rp5 miliar, sedangkan proyek pembangunan roket RX-420 adalah Rp2 miliar dan roket RX-320 adalah Rp1 miliar

“Daya jangkau roket RX-320 dengan diameter 320 mm dan panjang kurang lebih 4 meter itu hanya bisa menjangkau ketinggian sekitar 50 hingga 85 km,” ujarnya.
   
Spesifikasi Roket RX-550
1.      Berfungsi sebagai roket pendorong (booster) utama roket pengorbit satelit
2.      Diameter motor 550 mm
3.      Panjang roket motor 6 meter
4.      Panjang keseluruhan roket (ditambah dengan komponen lain) 9,5 meter
5.      Daya jangkau (horizontal) 300 km
6.      Diprediksi memiliki jarak tempuh (ketinggian/vertikal) setinggi 150 km
7.      Bahan bakar yang digunakan berjenis HPTB (hydroxyl toluen poly butadiene)
8.      Kapasitas bahan bakar 1,8 ton
9.      Biaya total pembuatan Rp5 miliar


(ysw)

views: 10.375x
Bagikan artikel ini :
shadow