Kesalahpahaman Syiah di Puger berakhir damai

Kesalahpahaman Syiah di Puger berakhir damai
Habib Ali bersalaman usai menandatangani MoU. (Koran SINDO/Juliatmoko)
A+ A-
Sindonews.com - Persoalan kesalahpahaman soal penyebaran dugaan aliran syiah di Kecamatan Puger, Jawa Timur, akhirnya Kamis (30/8/2012) berakhir. Habib Ali Bin Umar Al-Habsyi, pengasuh Pondok Pesantren Darus Sholihin di Kecamatan Puger, yang selama ini dituduh sesat karena menyebarkan paham syiah, mengaku minta maaf.

Sebab tuduhan menganut syiah selama ini kepada diri Habib Ali, dinilainya tidak benar. Habib Ali juga menyampaikan kalau sebenarnya dirinya merupakan warga sunni. Itu dia ungkapkan dalam dialog terbuka dengan MUI, Kepala Kantor Agama (Kandepag), Kejari, Kapolres, FKUB, PCNU, Muhammadiyah serta Komisi D DPRD Jember.

"Saya bersumpah demi Allah, demi rasul-Nya, demi Ka'bah, demi Hajar Aswad, demi Madinatul Munawarah, demi abah saya, bahwa saya bukan orang syiah," kata Habib Ali, Kamis (30/8/2012).

Sejauh ini memang sudah terlanjur muncul fatwa soal ajaran syiah, yang dianggap sesat dan menyesatkan oleh MUI Jember atas ceramah yang pernah disampaikan Habib Ali. Hal itu kemudian menjadi salah satu pemicu munculnya benih potensi konflik berbuntut aksi kriminal di Puger yang saat ini proses hukumnya masih berjalan.

Namun atas fatwa MUI yang diarahkan ke Habib Ali itu membuatnya justru berlapang dada. "Secuilpun hati saya tidak marah, mangkel, dendam, saya ikhlas. Soal kami dianggap sesat menyesatkan itu bukan urusan saya, tapi itu urusan saya dengan Allah," katanya.

Sedangkan soal rekaman kaset saat dia berceramah di pondoknya, yang kemudian direkam dan kemudian tersebar ke masyarakat yang akhirnya muncul tuduhan syiah, Habib Ali mengaku cukup menyesal.

"Saya tidak tahu kalau itu direkam. Kalau ada yang menganggap syiah, atau saya keliru, kenapa saya saat itu seperti didiamkan, padahal ceramah saya itu masih belum selesai," katanya.


Selanjutnya...
dibaca 6.561x
Halaman 1 dari 3
Top