Sumatera

Bentrok di Ogan Ilir

Aparat mengaku sudah sesuai protap

Senin,  13 Agustus 2012  −  21:05 WIB
Aparat mengaku sudah sesuai protap
Kepala Satuan Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Adeni Mohan Daeng Pabali. (Ade Satia/Koran Sindo)

Sindonews.com - Kepala Satuan Brimob Polda Sumsel Kombes Pol Adeni Mohan Daeng Pabali mengatakan, apa yang dilakukan anggotanya di lapangan saat kejadian di Desa Limbang Jaya, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan sudah sesuai prosedur tetap (protap).

“Kita berada di sana untuk membantu melakukan pengamanan di wilayah konflik lahan antara warga dan pihak perusahaan (PTPN) VII OI, agar tidak terjadi bentrok antara warga dan pihak perusahaan. Karena sebagaimana kita ketahui semua, sebelum terjadi kejadian di Limbang Jaya OI, telah terjadi pembakaran lahan tebu dan gudang di sana. Karena kita (polisi) tidak ingin kasus pembakaran lahan tebu dan aset milik perusahaan terus terjadi, karena itulah kita (anggota Brmob) diminta bantuan untuk melakukan pengamanan kamtibmas di wilayah itu,” ungkap Mohan, Senin (13/8/2012).

Namun perlu digarisbawahi di sini, kata perwira melati tiga ini, bahwa keberadaan anggota Brimob di sana tidak berpihak kepada perusahaan atau warga, melainkan melakukan pengamanan kamtibmas bersama-sama anggota Polres OI dan Polda Sumsel agar tidak terjadi lagi aksi pelanggaran hukum.

Bahkan senjata anggotanya di lapangan saat kejadian di Desa Limbang Jaya, kata dia, tidak dilengkapi peluru tajam, sebagaimana dituduhkan selama ini.

”Semua anggota saya pakai peluru hampa, karet dan gas air mata serta membawa tameng. Kalau diserang warga pakai batu, benda tajam, anggota saya selalu bertahan pakai tameng dan sekali-kali mengeluarkan tembakan gas air mata, kalau sudah terpojok. Anggota saya sudah mengerti akan protap itu, karena selalu kita ingatkan sebelum turun ke lapangan,” katanya.


(hyk)

views: 1.810x
shadow