Orientasi pemimpin tentukan sikap masyarakat

Orientasi pemimpin tentukan sikap masyarakat
dok.Okezone
A+ A-
Sindonews.com - Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai pemimpin negara ini tidak memiliki orientasi yang baik dari segi tujuan negara maupun tujuan hukum.

Dalam dialog bertemakan “Reaktualisasi Konsepsi Negarawan Dalam Kepemimpinan”, Mahfud MD menyampaikan pentingnya pemimpin memiliki orientasi kepemimpinan yang baik.

Menurutnya, jika seorang pemimpin tidak memiliki orientasi, maka akan menyebabkan perpecahan yang akan terjadi dalam bernegara. Dalam melaksanakan tugasnya, orientasi seorang pemimpin terhadap tujuan bernegara akan menimbulkan rasa kepercayaan dari masyarakat.

Rasa kepercayaan ini yang akan membentuk dan menguatkan persatuan dalam bernegara. Jika rasa kepercayaan itu hilang maka akan muncul reaksi pembangkangan dari masyarakat yang tidak akan mendukung jalannya pemerintahan.

“Kalau masyarakat tidak percaya lagi, maka yang terjadi adalah pembangkangan (disofidience). Kalau sudah membangkang, maka jelas kan terjadi disintergrasi (perpecahan) Itulah masalah negara kita sekarang,” tutur Mahfud MD dalam dialog di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Inilah kata Mahfud, penyakit yang tengah menggerogoti negara ini,yakni disorientasi, distrust, disobedience, dan disintegrasi.

Dalam dialog yang terhubung langsung dengan 39 perguruan tinggi negeri se-Indonesia ini, Mahfud menjelaskan permasalahan di atas bisa diatasi apabila pemimpin menggunakan Pancasila sebagai landasan yang kuat dalam memimpin.
Mengapa Pancasila? Menurutnya, dengan berlandaskan Pancasila, perpecahan yang terjadi bisa disatukan kembali. Karena dengan memaknai Pancasila, pemimpin bisa menyatukan masyarakat, bisa menerima segala perbedaan dan melayani masyarakat dengan adil.


Selanjutnya...
dibaca 2.275x
Halaman 1 dari 3
Top