Papua & Maluku

Jadi tahanan, Sekda Kota Ternate keliaran

Minggu,  5 Agustus 2012  −  18:05 WIB
Jadi tahanan, Sekda Kota Ternate keliaran
foto: Dok. okezone

Sindonews.com - Sekretaris Daerah Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) Isnain Ibrahim yang menjadi tahanan Kota oleh Kejati Malut terkait dugaan korupsi Dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp4,8 miliar bebas berpergian keluar daerah.

Sejak menjadi tahanan kota, semestinya Isnain tidak bisa keluar kota. Namun tercatat Isnain sudah tiga kali keluar daerah sejak ditetapkan sebagai tersangka dan menjadi tahanan kota.
Seperti Minggu (5/8/2012) Isnain terlihat di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 11.00 WIB. Isnain  menumpangi pesawat Batavia Air dari Bandara Babullah Ternate tujuan ke Jakarta pada pukul 09.00 WIT.

Isnain dibebaskan dari penjara menyusul penangkapannya terkait dugaan kasus korupsi pembebasan lahan proyek waterboom seluas 2,4 hektare terletak di Kelurahan Kayu Merah, Kota Ternate Selatan yang merugikan keuangan Negara senilai Rp4,8 miliar. Isnain langsung masuk kerja setelah dikeluarkan dari Rutan Kelas II B Ternate bersama Ade Mustofa, Kepala Bagian Pemerintahan dan pemilik lahan Jony sotanto.

Saat terjadi penangkapan ketiganya oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Ternate, ratusan PNS di Pemkot Ternate, bersama massa dua kesultanan yakni Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore menggelar aksi unjuk rasa dan merusak fasilitas kantor di kantor Kejaksaan Tinggi Malut.

Atas aksi massa tersebut, pihak kejaksaan akhirnya mengambil langkah dengan mengalihkan status penahanan terhadap tiga orang tersangka ini. Dari penjara ketiganya ini dialihkan menjadi tahanan kota. Tiga tersangka  ini pun dilarang keluar daerah tanpa seizin penyidik Kejaksaan Tinggi. Bahkan pada setiap hari Kamis, keduanya dikenakan wajib lapor.

Kasipenkum Kejati  Malut, Robert Jimy saat dihubungi melalui telpon selulernya membenarkan tersangka Isnain Ibrahim ke Jakarta guna berobat. ”Iya pak isnain benar ke Jakarta berobat Karena sakit," tandas Robert.

Dari informasi yang diperoleh, Isnain terlihat bersama beberapa kepal dinas Pemkot Ternate bersama-sama di Bandara Soekarna Hatta.

Sementara itu Direktur Kalesang Malut Julkifli L Ali menyesalkan sikap kejaksaan tinggi maluku utara yang membiarkan tersangka keluar daerah tanpa didampingi oleh penyidik kejaksaan sendiri, padahal status tersangka adalah tahanan kota dan tidak bisa keluar meninggalkan Kota Ternate. Jika ini terus dibiarkan terus terjadi maka tidak menutup kemungkinan tersangka akan menghilangkan barang bukti lainnya, dan tersangka akan melarikan diri.


(azh)

views: 1.405x
shadow