Papua & Maluku

Korban banjir & longsor di Maluku bertambah

Jum'at,  3 Agustus 2012  −  14:14 WIB
Korban banjir & longsor di Maluku bertambah
Kondisi banjir di pusat Kota Ambon (Insany Syahbarwati/Sindo TV)

Sindonews.com - Dua hari pasca bencana banjir dan longsor, jumlah korban tewas bertambah, semula data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan 12 warga tewas. Namun, korban kini bertambah, dua warga dilaporkan tewas di Kabupaten Seram Bagian Barat, sehingga jumlah korban menjadi 14 orang.

Menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Rosmiati Arsyad, hingga saat ini 14 orang ditemukan tewas akibat banjir dan tanah longsor, di Pulau Ambon dan sejumlah kabupaten lain di Maluku. Di Kabupaten Seram Barat, selain menewaskan dua warga, ribuan warga juga mengungsi dan sejumlah ruas jalan terputus.

Dua korban tewas dalam bencana banjir itu ditemukan di Dusun Elijawa, Kabupaten Seram Bagian Barat, keduanya adalah Kepala Dusun Elijawa, Lasarana dan Laedy. Jenazah Laedy sudah ditemukan sementara Lasarana masih dalam pencarian.

"Banjir tidak hanya terjadi di Ambon tapi juga terjadi di sejumlah kabupaten lain di Maluku di Seram Barat, dua orang tewas terseret banjir," ungkap Rosmiati kepada wartawan usai rapat koordinasi penanggulangan bencana di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (3/8/2012).

Menurut Rosmiati, secara resmi data korban tewas berjumlah 14 orang. Pemerintah akan mengambil langkah tanggap darurat untuk memberikan bantuan bagi para korban baik di Kota Ambon maupun di Kabupaten lainnya di Maluku. Pihaknya sudah membuka dapur umum di kawasan Desa Passo, lapangan Galunggung Batumerah untuk menangani pengungsi di kawasan tersebut.

"Stok kebutuhan untuk pengungsi saat ini cukup untuk persediaan selama masa tanggap darurat," kata Rosmiati.

Rosmiati juga mengakui, Pemerintah Provinsi Maluku lambat dalam menyalurkan bantuan, karena situasi panik dan bencana cukup masif sehingga jalur transportasi dan komunikasi terhambat dan berakibat pada koordinasi di lapangan.


(azh)

views: 1.877x
shadow