Jawa Barat

Butiran emas di sumur hebohkan warga

Rabu,  11 Juli 2012  −  17:00 WIB
Butiran emas di sumur hebohkan warga
warga temukan emas di sumur (Adi Haryanto/Koran Sindo)

Sindonews.com - Warga Kampung Ciganda, RT3/3, Desa Rendeh, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, dihebohkan oleh penemuan yang diduga butiran emas dan intan.

Butiran emas dan intan itu ditemukan oleh warga yang sedang menggali sumur di lahan perkebunan milik Kokom Komariah (67), pada Senin 9 Juli 2012. Kokom mengatakan, awalnya ia berniat membangun rumah di lahan kebun miliknya seluas kurang lebih 600 meter persegi. Tahap pertama ia menyuruh tukang untuk membuatkan sumur sebelum membangun rumah. Pekerjaan itu dimulai pada Jumat 6 Juli 2012 dengan dilakukan oleh Caca dan Daday.

Awalnya pekerjaan menggali sumur tersebut berjalan biasa. Di kedalaman satu meter tanah tersebut masih berwarna coklat, namun mulai kedalaman dua meter tanah sumur itu berubah warna menjadi warna hitam seperti aspal. Alhasil ketika kedalaman sumur mencapai kedalaman sembilan meter barulah butiran-butiran warna kuning yang menyerupai butiran emas dan intan mulai terlihat.

"Awalnya saya tidak percaya lalu pas dicek ternyata memang seperti emas," kata Kokom saat ditemui di lokasi, Rabu (11/7/2012).

Akibat penemuan itu, lokasi sumur miliknya menjadi banyak didatangi warga. Mereka berusaha mengumpulkan butiran-butiran yang diduga emas itu dan mengumpulkannya dengan harapan bisa dijual. Pasalnya jumlah butiran itu sangat banyak, bahkan ketika bongkahan logam berwarna kuning itu digoreskan di atas kaca bisa patah. Layaknya seperti logam pemecah kaca.

Kokom mengatakan, akibat hebohnya warga yang mendatangi lokasi sumur terpaksa dihentikan untuk sementara. Bahkan lubang sumur itu ditutup oleh bambu karena ada warga yang memaksa untuk turun dan menggali tanah langsung. Karenanya ia pun melaporkan hal ini kepada pihak yang berwenang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Karena melihat banyak warga yang datang, akhirnya ibu hentikan dulu pembuatan sumur itu," sambungnya.

Lebih lanjut dikatakannya, jika ia membeli lahan tersebut dari Edy pada 2011 sebesar Rp12 juta. Awalnya lahan tersebut adalah kolam namun karena tidak dipakai dan akan dipakai rumah lahan itu jadi perkebunan yang sekarang akan dibuatkan rumah.

"Sebelum kejadian ini, ibu sempat bermimpi dikasih dua anak laki-laki dan dari kepalanya keluar cahaya," aku warga Babakan Teureup, Ujung Berung, Kota Bandung ini.


(azh)

views: 1.672x
shadow