Kawal UN, Surabaya turunkan 968 pengawas independen

Kawal UN Surabaya turunkan 968 pengawas independen
Kawal UN, Surabaya turunkan 968 pengawas independen
A+ A-
Sindonews.com - Ujian Nasional (UN) jujur menjadi prioritas Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya. Dindik secara khusus menurunkan 968 pengawas independen yang bertugas melaporkan kejadian proses UN kepada Kepala Dindik secara langsung.

Keputusan menurunkan pengawas khusus ini dilakukan karena Dindik daerah memiliki kewenangan langsung dalam pelaksanaan UN. Untuk itu, Dindik Surabaya membuat terobosan dengan menambah pengawasan saat pelaksanaan ujian.

"Pengawas ini saya turunkan supaya pelaksanaan ujian bertambah jujur," kata Kepala Dindik Surabaya Ikhsan, Minggu (29/4/2012).

Ikhsan mengatakan, penambahan pengawas ini merupakan terobosan baru dalam pelaksanaan UN tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Surabaya tahun yang akan berlangsung 7-9 Mei 2012 mendatang. Pengawas ini nantinya akan ditempatkan di setiap lembaga sekolah.

Kebijakan ini bertujuan supaya pelaksanaan UN SD di Surabaya bisa berjalan jujur, tertib dan lancar. Karena itu, perlu pengawasan lebih ketat dari banyak pihak. Selain ada pengawas silang guru, Dindik  membentuk tim pengawas independen.

"Pengawas ini nantinya akan melaporkan langsung ke saya, kalau ada kejadian yang urgent," ujarnya.

Di Kota Surabaya sendiri, untuk peserta UN SD diikuti 45.833 siswa. Mereka tersebat di 968 lembaga sekolah dengan 31 sub rayon. Ada 663 sekolah penyelenggara SD, 143 sekolah penggabung SD, 77 sekolah penyelenggara MI dan 62 sekolah penggabung MI. Sedangkan untuk pengawas SD dan sederajat mencapai 5.474 orang.

Ikhsan menambahkan, dengan adanya tim pengawas independen ini, diharapkan pelaksanaan UN SD akan lebih bagus dan jujur. Ada sekitar 968 pengawas independen yang akan dilibatkan. 

Saat ini, kebijakan ini masih terus disosialisasikan kepada para guru di sekolah-sekolah. Dengan begitu, diharapkan saat pelaksanaan UN SD bisa berlangsung dengan cepat.

"Saya mulai bicara dengan teman-teman di sekolah. Mereka ternyata banyak yang mendukung," tuturnya.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dindik Surabaya Eko Prasetyoningsih menambahkan, selain diikuti oleh siswa reguler, UN SD juga diikuti siswa berkebutuhan khusus. Ada 116 siswa dari 26 lembaga SDLB yang ikut dalam UN kali ini.

Mereka terdiri dari 99 siswa ketunaan C (tuna rungu), 10 siswa C1 (tuna rungu ringan), dan 7 siswa G (ganda). Sedangkan di sekolah inklusif, diikuti 80 siswa yang tersebar di 16 lembaga sekolah. "Semua sudah siap menjalankan ujian," katanya.

Para siswa SD ini, jika ada yang tidak bisa ikut UN Utama, maka mereka masih diberi kesempatan untuk mengikuti UN Susulan. Untuk UN susulan digelar pada 14-16 Mei 2012.

Di sisi lain, Kepala Dindik Jawa Timur Harun mengatakan, untuk persiapan UN SD ini pihaknya sudah mulai mengirimkan naskah sejak beberapa waktu lalu. Ada dua kabupaten yang memiliki wilayah kepulauan yang didahulukan, yakni Gresik dan Sumenep.
Sedangkan untuk kabupaten lain akan dilakukan pendistribusian pada 30 April dan 2 Mei 2012 mendatang. "Untuk naskah sudah siap semua. Tinggal distribusi," terang Harun.
Untuk distribusi UN ini pun, tentu saja mendapatkan pengawalan yang ketat dari petugas kepolisian. Ini dilakukan sebagai upaya untuk menghindari terjadinya kebocoran soal UN yang seringkali menjadi isu menjelang pelaksanaan UN.

"Kami berupaya pelaksanaan UN berjalan dengan baik," beber Harun.



dibaca 98x

REKOMENDASI :

Top