Afrika

Para wanita Tunisia kobarkan 'jihad seks' di Suriah

Muhaimin

Jum'at,  20 September 2013  −  16:13 WIB
Para wanita Tunisia kobarkan 'jihad seks' di Suriah
Seorang perempuan menjadi militan pemberontak di Suriah (Reuters)

Sindonews.com – Para perempuan Tunisia telah melakukan perjalanan ke Suriah untuk melancarkan apa yang mereka sebut sebagai “jihad seks”. Mereka di sana untuk menghibur pejuang Islam yang memerangi rezim Presiden Bashar al-Assad.
 
Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tunisia, Lotfi ben Jeddou, kepada anggota parlemen. ”Mereka melakukan hubungan seksual dengan 20, 30, hingga 100 militan,” kata menteri Jeddou kepada anggota Konstituante Majelis Nasional, kemarin, seperti dikutip AFP, Jumat (20/9/2013).
 
”Setelah hubungan seksual, mereka telah ada di dalam daftar ‘jihad al- nikah’ (perang suci seksual, dalam bahasa Arab), mereka pulang hamil,” lanjut Jeddou. Namun, dia tidak merinci berapa banyak wanita Tunisia telah kembali ke negaranya dalam kondisi hamil dengan anak-anak pejuang ‘jihad’ itu.

“Jihad al- nikah”, adalah istilah yang memungkinkan hubungan seksual di luar nikah dengan banyak pasangan. Tindakan itu, dianggap para militant garis keras sebagai perang suci yang sah.
 
Menteri tersebut juga tidak mengatakan berapa banyak wanita Tunisia yang diperkirakan telah pergi ke Suriah untuk tujuan semacam itu. Namun, laporan media setempat, mengatakan ada ratusan perempuan yang terlibat.
 
Kendati demikian, kata Jeddou, mengatakan bahwa sejak ia memangku jabatan pada Maret 2013, 6 ribu pemuda Tunisia telah dicegah dari pergi ke Suriah. Kendati demikian, media Tunisia melansir selama 15 tahun terakhir, banyak warga bergabung untuk jihad di seluruh dunia. Di antaranya, di Afghanistan, Irak dan Suriah, melalui Turki dan Libya.

 

(esn)

shadow