Papua & Maluku

Rentetan penembakan dalam 6 bulan terakhir di Papua

Herawati

Rabu,  26 Juni 2013  −  08:21 WIB
Rentetan penembakan dalam 6 bulan terakhir di Papua
Dokumen Sindonews

Sindondews.com - Penembakan oleh Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) di Papua seakan tak ada pernah ada habisnya.

Tepat setengah tahun ini, setidaknya lebih dari belasan nyawa melayang sia-sia karena berondongan peluru orang tak dikenal diyakini KSB itu.

Banyak spekulasi yang menyebutkan siapa sesungguhnya pelaku penembakan misterius itu, ada yang menduga pelakunya TNI, namun apakah mungkin pelaku TNI mengorbankan orang TNI sendiri?

Spekulasi lain menyebut, pelaku adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang terus bergerilya memperjuangkan kemerdekaan Papua.

Pemerintahpun kemudian menyebutkan pelaku dari serentetan perisitwa penembakan itu adalah KSB atau Gerombolan Pengacau Keamanan (GPK).

Jika menengok kembali di awal tahun 2013 ini, penembakan misterius itu sudah juga terjadi pada 10 Januari di Distrik Mulia, Puncak Jaya.

Peristiwa itu terjadi hanya berselang tiga hari setelah peresmian Kodim 1714 Puncak Jaya. Satu TNI terluka bernama Praka Hasan, Anggota Batalion 753 AVT Nabire, dan satu korban tewas dari warga sipil bernama Abbas Hadis yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek.

Dari hasil penyelidikan polisi pelaku berjumlah satu orang menggunakan senjata laras pendek.

Februari tanggal 21, kembali terjadi penembakan misterius di Distrik Sinak Kabupaten Puncak Jaya. Dugaan masih masih sama, kuat mengarah GPK.

Kejadian pertama pukul 09.30 WIT di Pos Maleo Yonif 753/AVT di Distrik Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, mengakibatkan satu TNI tewas dan satu terluka.

Dua orang prajurit TNI bernama Lettu Inf Reza Gita Armena dan Pratu Wahyu Prabowo terkena tembakan.

Nahas Pratu Wahyu menghembuskan nafas terakhirnya setelah sebuah peluru menembus bagian dada kirinya.

Beberapa jam kemudian prajurit TNI dan orang sipil diberondong peluru saat akan mengambil peralatan komunikasi. Sebanyak tujuh prajurit TNI tewas. Tiga orang sipil meninggal dunia dan satu luka.

Sebelas orang di antaranya tewas, yakni tujuh personel TNI dan empat warga sipil serta belasan orang terluka.

Kasus paling baru yakni penembakan terhadap Komandan Pos (Dan Pos) Kopassus, Illu, Puncak Jaya, Papua, Letda Inf Wayan dan sopirnya bernama Tono, Selasa 25 Juni 2013.

Humas Polda Papua Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya mengatakan, berdasarkan dari keterangan saksi, pelaku penembakan berjumlah tujuh orang itu menggunakan senjata laras panjang.

"Selain menembak dengan senjata, mereka juga menyerang dengan senjata tajam," jelas I Gede Sumerta Jaya, Rabu (26/6/2013)

Pihak kepolisian sendiri menyerahkan penanganan kasus penyerangan itu kepada TNI, namun pihaknya akan membantu upaya penyelidikan.

 

(lns)

shadow