Metro

Merendah, Jokowi ngaku riwayatnya tidak pantas difilmkan

Rakhmatulloh

Rabu,  22 Mei 2013  −  14:28 WIB
Merendah, Jokowi <i>ngaku</i> riwayatnya tidak pantas difilmkan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) merasa keberatan kisah hidupnya diangkat dalam layar lebar (Film). Dia berasalan, dirinya bukanlah tokoh besar dan tidak pantas riwayatnya difilmkan.

"Ya gitu, saya cuma ketemu sekali. Terus saya bilang, saya enggak mau, karena saya bukan tokoh tetapi tikih, kecil-kecilan. Oleh karena itu, saya tidak mau. Karena saya tidak merasa seperti itu," kata Jokowi, di Kantor Lemhanas, Jakarta, Rabu (22/5/2013).

Seperti diketahui, film berjudul "Jokowi" garapan rumah produksi film produksi K2K Production milik KK Dheeraj dan disutradarai Azhar Kinoi Lubis, rencananya siap primer di bioskop Jakarta, pada 20 Juni 2013.

Film tersebut, konon mengisahkan masa kecil, dan muda Jokowi, hingga sukses menjadi pengusaha. Namun, menghilangkan unsur kisah politiknya.

Sementara itu, Jokowi berkeinginan untuk memanggil produser film "Jokowi" untuk mendapat gambaran tentang alur cerita dalam film tersebut. Tapi, Jokowi mengaku belum bertemu dengan penggarap film itu.

"Baru kemarin kita undang untuk bicara, tetapi kita belum ketemu. Saya belum ketemu yang buat. Mestinya tidak seperti itu. Saya kan enggak ngerti filmnya seperti apa," terang Jokowi.

Seperti diketahui, beragam kisah tokoh menjadi alternatif bagi insan film nasional dalam menjual hasil karyanya kepada masyarakat Indonesia. Termasuk kisah hidup sang gubernur yang doyan blusukan ini.

 

(san)

shadow