Pilkada

Cabup Garut menyusut jadi 15 pasang

Fani Ferdiansyah

Kamis,  16 Mei 2013  −  16:58 WIB
Cabup Garut menyusut jadi 15 pasang
Ilustrasi (Dok Istimewa)

Sindonews.com - Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Garut dari jalur perseorangan menyusut menjadi 15 pasangan. Sebelumnya, Cabup dan Cawabup yang telah mendaftarkan nama mereka ke KPUD Kabupaten Garut tercatat sebanyak 22 pasangan.

Ketua KPUD Kabupaten Garut Aja Rowikarim mengaku, kinerja Panitia Pemungutan Suara (PPS) masih akan terasa berat meski jumlah pasangan calon dari jalur independen ini berkurang. Pasalnya, ke-15 pasangan calon tersebut mesti melalui tahapan verifikasi faktual setelah proses sebelumnya, yakni verifikasi administrasi, dinyatakan lolos.

"PPS harus bekerja hampir dua kali lebih berat untuk memverifikasi berkas dukungan," kata Aja Kamis (16/5/2013).

Menurut Aja, walau tugas yang diemban PPS terbilang berat, mereka tetap diwajibkan memverifikasi berkas dukungan untuk 15 pasangan tersebut. Jika tidak, PPS akan dikenakan sanksi hukuman.

"Berkas dukungan 15 pasangan yang lolos ini, selanjutnya akan diberikan kepada PPS di setiap desa. Pada 12 Mei 2013, PPS telah memverifikasi berkasnya secara administratif. Data-data pada berkas dukungan tersebut akan disesuaikan dengan data penduduk," paparnya.

Jumlah petugas PPS Garut, sedikitnya tercatat sekitar 2.544 orang. Mereka terdaftar di 424 PPS.

"Verifikasi secara faktual dilakukan dengan cara mendatangi warga pendukung dari rumah ke rumah atau door to door," ujarnya.

Pada proses selanjutnya, KPUD akan melaporkan bukti hasil verifikasi jumlah dukungan kepada setiap pasangan calon. Jika ada pasangan calon yang jumlah dukungannya tidak memenuhi syarat, maka diminta untuk dilengkapi dengan jumlah dukungan dua kali lipat dari jumlah kekurangan tersebut.

"Jika pasangan calon tidak memenuhi jumlah dukungan sampai waktu yang ditetapkan, maka dinyatakan gugur. Bakal calon dari independen yang lolos dapat mendaftar bersama bakal calon dari partai politik pada 10-16 Juni 2013 mendatang," katanya.

Sebanyak 15 pasangan yang lolos ke tahapan berikutnya adalah Dedi Suryadi - Dedy Dores, Yamin Supriatna - Dadan Ramdani, Dede Kusdinar - Endang Suryana, Nurdin Mustaqim - Irwan Gunawan, Deden Suparman - Yana Sofyana, Yaya Sumarya - Adjat Nataatmadja, Uus Kudus - Abdul Rohman, Sirojul Munir - Iwan Suwarsa, Asep Badruzzaman - Tutang Wirahman, Muhtarom - Charly van Houten, Hilman Faridz - Heru, Wati Krisnawati - Deni Koswara, Agus Salam - Rizky Usmayadhy, Arip Rahman - Muhamad Surya, serta pasangan Nandang - Ahmad.

Sedangkan, sisa pasangan calon yang tidak lolos adalah Dikdik Darmika - Iwan Ridwan, Asep Tapip - Wisnu Gardjito, Nandang Permana - Yayat Ridwan,  Abas Syarifudin - Dedi Supriadi, Holil Aksan - Komar Mariyuana, dan Udun Hudayat - Kusnaeni. Mereka, ujar Aja, tidak bisa menyerahkan berkas dukungan di atas batas minimal.

"Sedangkan pasangan Yudi Yudistira - DA Yamin telah mendatangi KPU. Tetapi mereka hanya melakukan parodi. Menyatakan keprihatinan bahwa banyak warga Garut yang berambisi jadi pemimpin," kata Aja.



(rsa)

views: 1.104x
shadow