Papua & Maluku

Menakertrans berjanji beri santunan pada korban longsor Freeport

Menakertrans berjanji beri santunan pada korban longsor Freeport
Menakertrans Muhaimin Iskandar (Ist)

Sindonews.com - Para pekerja tambang yang menjadi korban akibat runtuhnya terowongan bawah tanah di PT Freeport di Timika, Papua Barat dipastikan mendapatkan santunan asuransi kecelakaan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita pastikan para korban baik yang meninggal dunia ataupun mengalami luka-luka pasti mendapat santunan asuransi, “kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Muhaimin mengatakan, sampai saat ini Kemenakertrans masih berkoordinasi dan bekerja sama dengan Kepolisian, Dinas Tenaga Kerja Papua Barat dan Kementerian ESDM untuk mempercepat upaya penyelamatan dan menyelidiki penyebab utama terjadinya kecelakaan.

“Kita masih fokus pada upaya-upaya pencarian dan penyelamatan para korban yang masih tertimbun di lokasi serta  menyelidiki penyebab kecelakaan kerja yang terjadi, apakah itu akibat human error ataupun murni peristiwa bencana alam,” kata Muhaimin.

Muhaimin mengatakan, pihaknya telah menginstuksikan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) untuk mengambil langkah-langkah terkait kecelakaan kerja freeport ini, termasuk berkoordinasi dengan Kementerian ESDM selaku pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bidang pertambangan.

“Kita terus membantu dan mengawal proses evakuasi di lokasi kejadian. Bahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan menyelidiki penyebab kecelakaan, dari pusat dilaporkan telah mengirimkan tiga orang instruktur tambang yang ahli menangani kasus serupa ini, kata Muhaimin.

Dikatakan Muhaimin, resiko kecelakaan kerja di dalam proses produksi di sektor pertambangan memang cukup tinggi. Oleh karena itu, kita terus ingatkan dan sosialisasikan kepada perusahaan-perusahaan tambang dan para pekerjanya agar selalu menaati prosedur K3 di lokasi kerja.

Berdasarkan laporan terkini,  diperoleh informasi bahwa saat ini kegiatan operasi freeport sementara dihentikan untuk mengakomodir keinginan karyawan yg saat ini sedang berduka dan perusahaan dapat sepenuhnya fokus dalam upaya evakuasi dan penyelamatan karyawan yg masih terperangkap.

Diperkirakan total karyawan yang menjadi korban longsor  saat  mengikuti refresher course di tambang bawah tanah Big Gosan berjumlah 39 orang. Para korban berada di fasilitas pelatihan bawah tanah, bukan di area tambang (500 m dari mulut tambang) dan terjebak longsor sejak Senin 13 Mei 2013.

Dilaporkan sampai saat ini 4 orang dinyatakan meninggal dunia, 10 orang mengalami cidera dan luka-luka sedangkan 25 orang diperkirakan masih terjebak dan masih dalam proses evakuasi penyelamatan.



(kri)

views: 1.225x
shadow