Sumatera

Kronologi perusakan 17 mobil saat operasi penambang ilegal

Kronologi perusakan 17 mobil saat operasi penambang ilegal
Ilustrasi (Dok Istimewa)

Sindonews.com - Puluhan perahu penambang emas ilegal yang biasa beroperasi di Sungai Batang Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, dimusnahkan oleh Pemerintah Kabupaten. Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara dibakar.

Pemusnahan tersebut dibantu aparat kepolisian dari Resor Kuantan dan puluhan anggota TNI. Sebelumnya, perahu-perahu tersebut dirazia dan diangkut oleh pihak keamanan. Saat operasi berjalan tidak satupun penambang emas ilegal yang berada di lokasi.

Rombongan penertiban peti atau (penambang emas tanpa izin) di Sungai Batang Kuantan, langsung dipimpin oleh Bupati Kuantan Singingi, Sukarmis. Tim yang beranggotakan Polisi, TNI, Satpol PP, dan Kejaksaan itu menyusuri Sungai Batang Kuantan, yang sering dijadikan tempat penambangan emas ilegal oleh para penambang emas yang mengggunakan perahu dompeng

Saat diamankan, satu persatu perahu dompeng yang ditemukan langsung diangkut. Itudilakukan karena perahu tersebut ditinggal poemiliknya. Diduga informasi razia tersebut telah bocor.

Kemudian, tim penertiban langsung membakar setiap perahu dompeng yang ditemui di Sungai Batang Kuantan. Sedikitnya ada 57 perahu dompeng yang dimusnahkan dengan cara dibakar.

Penertiban penambang emas tanpa izin ini dilakukan karena telah meresahkan warga sekitar dan juga telah merusak Sungai Batang Kuantan. Pasalnya, para penambang emas menggunakan bahan-bahan kimia seperti mercuri dalam operasi pencarian emas.

Sementara tim bergerak di sungai memusnahkan setiap kapal dompeng yang ditemui, ratusan penambang emas ilegal yang tidak senang dengan perahu dompengnya dibakar kemudian melampiaskan kemarahan mereka dengan merusak semua kendaraan rombongan bupati, polisi, kejaksaan dan wartawan yang ditinggal parkir.

"Kami masih menyelidiki pelaku pengrusakan. Kami berjanji akan melakukan penindakan tegas terhadap pelaku pengrusakan," jelas Kasat Reskrim Polres Kuantan Singingi, AKP Jhon Sihite, Rabu (15/5/2013).


(rsa)

views: 1.422x
shadow