Jawa Timur

Punya basis massa kuat, lawan politik Khofifah keder

Punya basis massa kuat, lawan politik Khofifah keder
Khofifah Indar Parawansah (Dok Okezone)

Sindonews.com - Dianggap memiliki basis massa yang cukup, kandidat calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah membuat keder para rival politiknya. Politikus senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Taufikurrahman Saleh menyebut kekuatan massa Khofifah sudah tidak diragukan lagi.

"Kekuatan itu tak hanya di Jatim, tapi juga nasional. Makanya lawan politiknya di Pilgub Jatim ketakutan karenanya," kata Taufikurrahman Saleh kepada wartawan di Surabaya, Minggu (12/5/2013).

Ia menjelaskan, pemilih Pilgub Jatim tahun ini sekitar 29 juta. Dari angka itu, sekitar 24 juta pemilih adalah warga nahdliyin. Khofifah yang merupakan kader NU berkualitas berpotensi meraih dukungan maksimal warga NU.

"Untuk Jawa Timur ini, warga NU Jatim sudah merasakan punya wakil gubernur yang jelas dari NU. Rasanya jelas beda bagimana ketika memiliki Gubernur yang murni dari kader NU," jelas mantan Ketua Fraksi PKB di DRI RI ini.

Mantan aktivis GP Ansor dan IPNU ini mengatakan, selain dukungan warga NU, Khofifah merupakan tokoh perempuan akan meraih dukungan dari pemilih perempuan dari berbagai kalangan. "Atas dasar itu, diyakini Bu Khofifah akan melenggang ke Grahadi," ujarnya.

Sementara sikap ketakutan dari rival politik Ketua Muslimat NU ditunjukkan beragam upaya untuk mengganjal dalam proses maju sebagai cagub jatim pada 29 Agustus 2013 mendatang. Ada upaya mengganjal pencalonannya terus terjadi. Parpol-parpol yang mendukungnya, terus dirayu agar mencabut dukungan.

Kata Taufik, kondisi itu tentunya dapat diatasi. Masalahnya saat ini adalah kecurangan dalam pilgub mampu terulang lagi.  Seperti diketahui, pada Pilgub 2008 lalu banyak pihak mengatakan pemenang pilgub yang sebenarnya adalah Khofifah.

"Saat 2008, pilgub diyakini banyak pihak penuh dengan skandal kecurangan. Jadi musuh Khofifah yang paling berbahaya baginya sekarang ya kecurangan. Tapi saya yakin, itu semua sudah diantisipasi," tuturnya.

Ditambahkannya, pilgub Jatim kali ini merupakan kesempatan berharga bagi warga Jatim untuk memilih pemimpin yang sebenarnya. "Saatnya sekarang rakyat memilih pemimpin sejati bila Indonesia tidak ingin tersingkir dalam persaingan global," pungkasnya.


(kri)

views: 1.192x
shadow