Jawa Barat

Pilkada Garut diwarnai KTP ganda

Pilkada Garut diwarnai KTP ganda
Ilustrasi. (Sindophoto)

Sinodnews.com - Adanya KTP ganda dalam berkas dukungan suara, bagi para calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) dari jalur perseorangan, atau independen di Pilkada Garut sangat mungkin terjadi.

Wakil Rektor Universitas Garut (Uniga) Abdusy Syakur Amin mengatakan, kemungkinan tersebut bisa terjadi, karena setiap pasangan calon yang jumlahnya mencapai belasan pasang di Pilkada Garut, beramai-ramai mengajukan berkas dukungan melebihi batas minimal, 89.783 suara.
 
"Masing-masing calon ada yang mengklaim dan menyerahkan suara sebanyak 150 ribu jiwa, 90 ribu jiwa, dan beberapa jumlah lainnya. Sebelumnya saya sempat menghitung terlebih dahulu tujuh pasangan calon. Bila surat dukungan yang tujuh pasangan ini digabung, maka jumlah totalnya mencapai 1,3 juta jiwa. Belum lagi bila ditambah dengan pasangan lain. Apakah ini rasional, karena jumlah warga Garut sendiri 2,7 juta jiwa," Kata Syakur Sabtu (11/5/2013).

Syakur menyarankan, agar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Garut untuk menjalankan tugasnya dengan cermat dan teliti. Pasalnya, gandanya KTP ini pasti akan menyebabkan banyak pasangan calon independen yang gagal untuk maju ke tahapan pendaftaran.

"Jumlahnya irasional, sebab calon dari partai saja belum muncul. Bila tidak dicermati, ini akan menjadi konflik horizontal di KPUD kelak. KPUD juga bisa jadi mendapat serangan dari pihak-pihak yang merasa tidak puas," ujarnya.
 
Menanggapi hal tersebut, anggota Divisi Teknis KPUD Kabupaten Garut Abdal membenarkan adanya kemungkinan KTP ganda di berkas dukungan para calon. Kecurangan ini, jelas Abdul, biasanya dapat diketahui pada proses verifikasi administrasi dan faktual yang berlangsung di lapangan.
 
"Kami tidak khawatir dengan masalah ini, karena akan dikembalikan lagi pada setiap proses di lapangan. Kami juga sudah tekankan pada setiap petugas PPS di lapangan, untuk melakukan tugas sesuai mekanisme yang berlaku untuk menghindari adanya hal buruk dikemudian hari," katanya.
 
Lebih jauh Abdal menerangkan, diketahuinya KTP ganda setidaknya dimulai saat tahapan proses verifikasi administrasi yang dilangsungkan pada 12 hingga 14 Mei mendatang. Jika kecurangan terjadi, pada proses ini akan diperoleh bukti berupa satu orang warga di sebuah desa namanya tercantum pada beberapa pasangan calon.


(stb)

views: 967x
shadow