Timur Tengah

PBB tarik pasukan perdamaian dari Dataran Tinggi Golan

PBB tarik pasukan perdamaian dari Dataran Tinggi Golan
pasukan Penjaga Perdamaian PBB yang menjalani misi pedamaian di Dataran Tinggi Golan (Istimewa)

Sindonews.com - PBB memutuskan menarik semua pasukan penjaga perdamaian dari Dataran Tinggi Golan, Rabu (9/5/2013). Wilayah itu merupakan lokasi penculikan kelompok bersenjata terhadap empat anggota Penjaga Perdamaian PBB asal Filipina, awal pekan ini.

Juru Bicara Sekjen PBB, Martin Nesirky mengatakan, keputusan itu datang pasca negara yang memberi kontribusi dalam pengiriman pasukan penjaga perdamaian (UNDOF) mengungkapkan keprihatinannya tentang keamanan di wilayah yang pernah menjadi lokasi perang Suriah dan Israel.

"Mengingat situasi keamanan yang terus memburuk, pasukan penjaga perdamaian telah dipindahkan. Pasukan UNDOF beroperasi di lingkungan yang sangat berbahaya dan tidak biasa," imbuh Nesirky.

Hingga saat ini Martir Brigade Yarmuk belum mengabarkan kondisi kesehatan terbaru empat anggota Penjaga Perdamaian PBB yang diculik. Tapi sebelumnya, kelompok pemberontak yang menamakan diri mereka Martir Brigade Yarmuk mengklaim telah menculik anggota Penjaga Perdamaian PBB asal Filipina.

"Kami telah menahan anggota Penjaga Perdamaian PBB demi keselamatan mereka sendiri," terang Martir Brigade Yarmuk.

"UNDOF mengatakan, pasukan penjaga perdamaian yang menjadi korban penculikan sepertinya berada dalam kondisi yang baik," ungkap Nesirky.

Anggota UNDOF telah mengawasi daratan tinggi Golan sejak Israel dan Suriah memutuskan melakukan gencatan senjata pada 1974 lalu.

UNDOF memiliki sekitar 100 anggota pasukan penjaga perdamaian, sejumlah staf yang merupakan warga sipil dari Austria, Filipina, India, Maroko dan Moldova.

(esn)

views: 1.304x
shadow