Hukum

KPK janji telusuri dugaan suap pengacara ke pejabat MA

Ronald Steven

Selasa,  7 Mei 2013  −  21:22 WIB
KPK janji telusuri dugaan suap pengacara ke pejabat MA
Ilustrasi.Okezone

Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah menyelidiki dugaan suap seorang pengacara terhadap salah seorang Hakim di Mahkamah Agung (MA).

Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, laporan Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) terkait kasus itu masih ditelaah dan divalidasi.

"Laporannya ada, masih terus ditelaah KPK," jelas Juru Bicara KPK, Johan Budi di gedung KPK, Jakarta Selasa (7/5/2013).

Sampai saat ini KPK belum melakukan pemanggilan kepada orang dianggap mengetehui kasus itu. "Kami baru validasi laporannya," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Pengacara Lucas dari kantor advokat Lucas, SH dan Patners dilaporkan ke KPK lantaran diduga melakukan praktek suap terhadap Hakim Agung yang menanganinya kasus di Mahkamah Agung (MA).

Dalam laporan TPDI, pihaknya memberikan sejumlah dokumen pembukuan aliran dana dari pengacara Lucas ke hakim agung.

"Seluruh dokumen berupa catatan keuangan serta bukti pendukung lain, kita sudah serahkan," kata Ketua TPDI Petrus Selestinus di kantor KPK, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Petrus juga mengungkapkan, dari beberapa dokumen itu, ada nama-nama pejabat yang memiliki kedudukan penting di MA. Bukti-bukti yang dibawakan sudah dikonfirmasi kepada pemberi suap.


"Setelah kita konfirmasi mereka juga membenarkan telah membayar. Mereka memberi berapa, terus disetorkan ke mana. Nanti dari mereka disebarkan kepada siapa-siapa yang menerima," ujarnya.

Namun saat disinggung siapa hakim tersebut, Petrus enggan menyebutkan. Menurutnya biarkan KPK bekerja terlebih dahulu.

Dia mengatakan, ada saksi kunci yang siap mengungkap kasus tersebut. Dia bernama Sanusi Wiradinata.

Menurutnya, Sanusi merupakan pihak yang paling tahu soal adanya dugaan suap yang dilakukan Lucas. Pasalnya, Sanusi sempat akrab dengan orang dekat Lukas bernama Safersa Yusan Sertana.

Wanita yang akrab disapa Yusan itu merupakan sekertaris pribadi Lucas yang bisa mencatat lalu lintas keuangan kantor Lucas.

Yusan terang Sanusi, kerap diperintahkan Lucas 'mendistribusikan' uang-uang terkait penanganan perkara. Termasuk ke lingkungan Mahkamah Agung (MA).

 

(lns)

shadow