Jawa Tengah & DIY

Kecelakaan maut di Semarang

Diperiksa polisi, sopir PO Nugroho menangis histeris

Diperiksa polisi, sopir PO Nugroho menangis histeris
Bus maut PO Nugroho (Foto: Kaskus)

Sindonews.com - Penyidik Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang memeriksa pemilik bus PO. Nugroho, Saman Kadarisman, Senin (6/3/2013).

Pemeriksaan dilakukan terkait salah satu busnya yang menabrak 11 kendaraan, menyebabkan 3 korban tewas dan belasan luka - luka di Jalan Dr Wahidin, Semarang, Jumat (3/5/2013) lalu.

Kepala Unit Kecelakaan Sat Lantas Polrestabes Semarang, AKP Slamet, mengatakan Saman datang memenuhi panggilan penyidik Senin (6/5/2013).

"Yang bersangkutan kooperatif, bahkan malam hari setelah kejadian kecelakaan, dia langsung datang ke sini, meminta petunjuk," ungkapnya saat ditemui di Markas Sat Lantas Polrestabes Semarang, Jalan Ronggolawe, Kecamatan Semarang Barat.

Saat ditanyakan bagaimana hasil pemeriksaan, Slamet tidak menjawab detail. Ia hanya mengatakan materi pemeriksaan antara lain seputar pengawasan kendaraannya.

"Memang sebelumnya tidak memenuhi panggilan, tapi itu karena harus rutin kontrol kesehatan di RS Panti Wilasa Semarang," tambahnya.

Sopir bus menangis


Sementara itu, sopir bus PO. Nugroho nomor polisi H 1574 AG, Susanto (46), warga Jalan Kawi XI,RT1/RW3, Wonotingal, Semarang, masih terus menjalani pemeriksaan paska ditetapkan tersangka.

Susanto saat ditemui hanya mengenakan celana pendek, kaos oblong dan bersandal jepit. Ia menangis saat diwawancarai.

"Saya bela sungkawa, meminta maaf sebesar - besarnya kepada keluarga korban, saya yang mengemudikan bus akhirnya kecelakaan," ungkap pria yang mengaku menyopir sejak tahun 1991 ini.

Sebelum menyopir pada hari itu, tersangka mengaku sudah mengecek kondisi kendaraannya. Bus itu dalam kondisi baik. Tidak ada kerusakan.

Saat kecelakaan, ujar dia, adalah rute ke duanya dari Bukit Kencana - Terminal Mangkang. Sehari tersangka biasa melewati jalan itu 3 kali bolak - balik.

"Kalau istilah sopir itu, tiga tangkep, sebelum kecelakaan itu, rem blong sekira 200 meter sebelum menabrak, saya sudah tidak bisa mengendalikan kendaraan, tidak ingat lagi menabrak apa saja, banting kanan maupun kiri saya sudah tidak ingat," bebernya.

Saat itu, tersangka mengaku bus yang dikendarainya membawa 10 penumpang dan satu kernet bernama Hanafi. Tersangka baru bekerja dua bulan di PO Nugroho.

"Setelah bus berhenti, yang saya lakukan pertama kali adalah menolong korban, karena ada teriakan warga cari-cari sopir, saya menuju pos polisi dekat Java Mal untuk menyerahkan diri," tutupnya.


(rsa)

views: 2.030x
shadow