Kalimantan & Sulawesi

Ribuan Guru belum terima tunjangan sertifikasi

Ribuan Guru belum terima tunjangan sertifikasi
Ilustrasi (Dok Istimewa)

Sindonews.com - Hingga Mei 2013, ribuan guru di Kabupaten Tana Toraja belum menerima pembayaran tunjangan sertifikasi guru dari pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat.

Menyusul, sebagian besar guru penerima tunjangan sertifikasi belum menerima surat keputusan (SK) pembayaran tunjangan sertifikasi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Tunjangan sertifikasi guru seharusnya dibayarkan per triwulan. Tapi hingga Mei 2013 tunjangan sertifikasi itu belum dibayar karena sebagian besar guru belum menerima SK pembayaran dari Kemendikbud,” ungkap pengelolah program sertifikasi guru tahun 2013 di Dinas Pendidikan (Disdik) Tana Toraja, Marthinus Kope kepada Sindo, di Makale, Minggu(5/5/2013).

Marthinus menjelaskan, jumlah guru di tingkat SD hingga SMA/SMA penerima tunjangan sertifikasi guru di Kabupaten Tana Toraja pada tahun 2013 sebanyak 1.347 orang. Sementara SK pembayaran sertifikasi guru di kabupaten yang sudah diterbitkan Kemendikbud baru 365 SK.

Dengan begitu, ada 982 guru penerima yang SK pembayaran tunjangan sertifikasinya belum terbit karena masih diproses oleh Kemendikbud. SK pembayaran itu sebagai dasar untuk pencairan dana setifikasi yang dibayarkan tiap tiga bulan sekali.

Meski anggaran setifikasi guru triwulan pertama tahun 2013 sudah masuk ke kas daerah, namun pihaknya pun belum bisa membayarkan tunjangan sertifikasi kepada para guru yang SK pembayarannya sudah terbit. Tunjangan sertifikasi baru akan dicairkan jika Kemendikbud sudah menerbitkan SK pembayaran seluruh guru penerima tunjangan sertifikasi.
Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kecemburuan diantara para guru penerima tunjangan sertifikasi lantaran ada yang duluan menerima tunjangan sertifikasinya sementara guru penerima tunjangan sertifikasi belum dibayarkan haknya.
  
“Tunjangan sertifikasi akan dibayarkan jika semua SK pembayaran sudah diterima dari Kemendikbud. Kalau kami membayarkan tunjangan sertifikasi berdasarkan SK yang sudah terbit akan ada kecemburuan dari guru yang SK pembayarannya belum terbit,” jelas Marthinus.   

Diakui Marthinus,  pembayaran sertifikasi guru untuk bulan Desember tahun 2012 hingga kini juga belum dibayarkan kepada para guru lantaran anggarannya belum dikucurkan pemerintah pusat melalui kas daerah. Para guru penerima baru menerima pembayaran tunjangan sertifikasi tahun 2012 hanya 11 bulan yakni Januari-November. 

Besarnya, kekurangan anggaran untuk pembayaran tunjangan sertifikasi bulan Desember 2012 sekitar Rp4 miliar. Sementara anggaran tunjangan sertifikasi guru di Kabupaten Tana Toraja tahun 2013 sekira Rp63 miliar.

“Mudah-mudahan, kekurangan pembayaran bulan Desember 2012 lalu segera dikucurkan pemerintah pusat. Begitu juga semua SK pembayaran sertifikasi mudah-mudahan bisa terbit dalam waktu dekat sehingga kekurangan pembayaran bulan Desember 2012 dan tunjangan triwulan pertama tahun ini sudah bisa dibayarkan,” harap Marthinus.

Wakil Ketua DPRD Tana Toraja, Esther D Palloan menyatakan DPRD sangat prihatin para guru penerima tunjangan sertifikasi tidak bisa menerima haknya tepat waktu. Pasalnya, tunjangan sertifikasi guru diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan para guru. 

Akan tetapi proses administrasi yang dilakukan pemerintah sebagai penentu kebijakan terkesan lamban sehingga pembayaran sertifikasi dari tahun ke tahun tersendat. 

“DPRD Tana Toraja berkali-kali sudah mendesak pemerintah agar pembayaran tunjangan sertifikasi dilakukan tepat waktu. Kami prihatin, proses administrasi lambat sehingga pembayaran sertifikasi guru tersendat,” tandasnya.


(rsa)

views: 4.887x
shadow