Jawa Barat

Status Papandayan Siaga, taman wisata alam ditutup

Fani Ferdiansyah

Minggu,  5 Mei 2013  −  17:17 WIB
Status Papandayan Siaga, taman wisata alam ditutup
Ilustrasi (Dok Istimewa)

Sindonews.com - Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, ditutup. Kebijakan penutupan objek wisata ini dilakukan menyusul meningkatnya status Gunung Papandayan dari waspada menjadi siaga per pukul 12.00 WIB.

“Tidak boleh ada aktivitas di sekitar kawah. Kegiatan wisata di lokasi itu otomatis harus ditutup sementara waktu,” kata Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Zatzat Munazat, Minggu (5/5/2013).

Aturan tersebut terpaksa diberlakukan untuk meminimalisir adanya korban jiwa. Meningkatnya aktivitas, memungkinkan kawah di Papandayan dapat mengeluarkan gas beracun.

"Hawa belerang yang dikeluarkan dari kawah cukup berbahaya bagi kesehatan yang dapat menimbulkan penyakit pada jantung atau asma. Selain itu, kondisi tebing di sekitar puncak Gunung juga cukup rapuh akibat letusan tahun 2002 lalu," ujarnya.

Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dalam radius 2 kilometer dari puncak, dilarang adanya aktivitas. Karena itu, Zatzat mengaku penutupan kawasan wisata itu akan dilakukan dengan cara memasang himbauan larangan di sejumlah titik menuju kawasan Papandayan.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi serta para pemandu wisata, agar tidak ada wisatawan maupun masyarakat yang mendekati kawah,” imbuhnya.

Zatzat mengaku dalam waktu dekat ini pihaknya pun akan segera menggelar sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintahan sekitar Gunung Papandayan. Tujuannya agar tidak terjadi bencana kepanikan di masyarakat.

"Selain itu, kami juga berencana akan melakukan simulasi bencana. Kegiatan ini hanya untuk mengingatkan kembali masyarakat karena simulasi bencana letusan gunung pernah dilakukan di daerah Cisurupan. Terakhir pada Agustus 2011 lalu," katanya.

Zat Zat mengaku pihaknya juga telah menyiapkan peta terdapak letusan dan jalur evakuasi. Berdasarkan data, terang dia, pemukiman warga yang terancam terkena letusan terdapat di empat desa, yaitu Desa Sirnagalih, Sirnajaya, Kramatwangi dan Desa Cisurupan. 

"Kempat desa tersebut berada di zona bahaya tiga dengan jarak sekitar tujuh kilometer dari gunung. Sedangkan daerah terdampak lainnya berada di kecamatan Sukaresmi dan Bayongbong. Luncuran lahar Papandayan diperkirakan dapat mencapai 13 kilometer seperti pada letusan 2002 lalu,” ujarnya.

 

(rsa)

shadow