Kalimantan & Sulawesi

Polisi ringkus tiga pelaku perampokan disertai pemerkosaan

Polisi ringkus tiga pelaku perampokan disertai pemerkosaan
Ilustrasi. (Sindophoto)

Sindonews.com - Kepolisian Resor Kota Samarinda Kalimantan Timur, berhasil menangkap tiga pelaku perampokan yang biasa merampok anak muda yang sedang pacaran. Kawasan yang menjadi incarannya pada umumnya di jembatan Mahulu, dan kawasan Stadion Palaran. Sadisnya, tidak hanya merampok, para tersangka juga melakukan pemerkosaan.
 
Tercatat ada delapan aksi yang dilakukan oleh komplotan ini. Enam kali para tersangka ini merampok di sekitar Jembatan Mahulu. Dua aksi perampokan yang terakhir, para pelaku memerkosa korban dihadapan pacarnya. Berkat penyelidikan panjang, polisi akhirnya bisa menangkap pelaku.
 
“Kejadian yang kami ungkap ini adalah kejadian yang cukup meresahkan di Samarinda, khususnya Kecamatan Palaran dan Samarinda Seberang. Modus operandi dari para pelaku ini adalah, melakukan perampasan, pengancaman terhadap korban,” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Feby DP Hutagalung, Jumat (3/5/2013).
 
Feby menjelaskan, kronologis pengungkapan kasus ini berawal dari sebuah sepeda motor, yang dirampas pelaku dan ditetapkan sebagai barang bukti yang sudah disebar ke satuan-satuan kepolisian di wilayah Kalimantan Timur.
 
“Kemudian di wilayah Balikpapan Selatan, ada motor yang diduga merupakan daftar pencarian barang bukti. Kemudian kami melakukan koordinasi dengan Polres Balikpapan, dan dari pelaku penadahnya ini kita bisa mengarah ke tersangka utama,” paparnya.
 
Saat melakukan penangkapan, otak komplotan bernama Fahrul (23). Polisi terpaksa mengeluarkan tembakan, karena pelaku berusaha kabur. Akibatnya di kaki pelaku sempat bersemayam timah panas. Selain itu, pelaku dilumpuhkan karena dikhawatirkan akan menyerang dan menimbulkan korban lain.
 
“Yang melakukan pemerkosaan sebanyak dua orang yakni Fahrul dan DA. Jadi mereka akan mendapat hukuman yang lebih berat diantara para pelaku yang lain,” kata Feby.
 
Tersangka pemerkosa dengan inisial DA ternyata masih di bawah umur, yakni berusia 15 tahun. Ia tercatat sudah putus sekolah. Pelaku lainnya bernama Fahmi (19), namun ia tidak ikut beraksi saat merampok disertai pemerkosaan. Ketiga pelaku ditangkap di daerah berbeda yakni di Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Samarinda.


(stb)

views: 1.711x
shadow