Jawa Barat

Kisah pesawat Cessna yang jatuh di Ciamis

Kisah pesawat Cessna yang jatuh di Ciamis
Pesawat Cesna yang jatuh di Desa Kondang Jajar, Ciamis (Foto: Ujang Marmuksinudin)

Sindonews.com - Sebuah pesawat latihan jenis Cessna/C172 S-SP G1000 milik Bandung Pilot Academy (BPA) jatuh tidak jauh dari landasan pacu bandara Nusa Wiru, tepatnya di Desa Kondang Jajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jumat (3/5/2013).

Pesawat tersebut ditemukan jatuh sekira 150 meter dari landasan pacu di lahan terbuka di sekitar pesawahan penduduk, pada pukul 08.30 WIB. Posisi pesawat ditemukan dalam kondisi terbalik, bagian depan dan atap hancur sementara bagian sayap dalam kondisi patah.

Akibat peristiwa itu, seorang pilot Rudy Herwin Cahyadi (21), asal Kota Bandung yang juga salah satu siswa atau cadet BPA diketahui mengalami luka robek di bagian jari, tangan kanan dan luka benturan di kepala.

Rudy sempat menjalani perawatan di Puskesmas Kalipucang kemudian di bawa ke rumah saudaranya ke Yogyakarta mengunakan kendaraan ambulance.

Koordinator Pengawas Lapangan Udara Bandara Nusa Wiru Hendra Gunawan menjelaskan, beberapa saat sebelum pesawat jatuh, pihaknya menerima informasi pesawat C172 terbang dengan ketinggian 1.000 meter di sekitar Bandara Nusa Wiru, tepatnya sekira pukul 08.06 WIB.

Setelah terbang sekira pukul 08.12 WIB, pesawat mendarat di Bandara Nusawiru tepatnya di Jalur 07.

“Ketika akan take off kembali, pesawat itu tiba-tiba oleng kehilangan tenaga sehingga pesawat jatuh dalam kondisi terbalik,” jelas Hendra.

Hendra menyebutkan, penerbangan pesawat itu dilakukan solo (tunggal) oleh pilot yang merupakan salah satu cadet BPA. Saat dievakuasi, kondisi cadet mengalami luka di bangian jari, tangan dan kepala.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan pesawat latih ini. Pilot hanya mengalami luka ringan,” tambah Hendra.

General Manager BPA Marsda TNI (Purn) Adityawarman beberapa saat setelah menerima lokasi langusng mendatangi lokasi kecelakaan. Menurut Adityawarman, pesawat tersebut merupakan pesawat latihan, yang dilakukan rutin para cadet untuk memenuhi kurikulum dan silabus Flight Training Stage.

Pelaksanaan pelatihan, dimulai dari Senin (29/4) lalu hingga Sabtu (4/5), hari ini. Jumlah cadet seluruhnya ada 17 siswa, dua diantaranya perempuan sisanya semua laki-laki.

Adityawarman menambahkan, pihaknya belum tahu penyebab kecelakaan pesawat tersebut, karena berdasarkan data yang diberikan oleh Koordinator Lapangan Lanud Nusa Wiru kondisi landasan pacu dan cuaca cukup bagus.

“Rata-rata kecepatan angin berkisar 4 knot/jam jadi  cukup normal untuk penerbangan pesawat. Pesawat yang dibawa Rudy juga pesawat paling bagus dan layak terbang. Pesawat ini sudah dilengkapi layar monitor, saya heran juga kenapa bisa jatuh,” ungkap Adityawarman.

Menurut Adityawarman, sekalipun ada peristiwa tersebut, latihan cadet akan diteruskan. Lokasinya, tetap akan mengunakan Bandara Nusa Wiru Cijulang. Kondisi bandara Husein Sastranegara Bandung trafficnya cukup padat dan cuaca pun sering berubah-ubah sehingga Bandara Nusa Wiru menjadi pilihan.

“Untuk evakuasi bangkai pesawat, jelas akan memerlukan waktu yang lama. Karena harus melakukan penyidikan terlebih dahulu dari KNKT Pusat dan Dinas Perhubungan Udara dan harus melibatkan Kepolisian dan TNI setempat,” pungkas Adityawarman.

Sementara di lokasi pesawat jatuh, polisi sudah memasang garis pembatas (police line), hal itu dilakukan selain untuk mengamankan kondisi pesawat juga untuk menghhindari hal yang tidak diinginkna karena di lokasi tercium bau bahan bakar cukup menyengat.

“Kami masih melakukan penyelidikan atas jatuhnya pesawat tersebut, kami sudah menunjuk tim untuk menyelidikinya,” kata Kapolres Ciamis AKBP Witnu Urip Laksana.

Kepala TU RSUD Kota Banjar Pohan Pirmansyah menyebutkan, beberapa saat setelah terjadi peristiwa kecelakaan pesawat, pihaknya mendapat informasi korban pilot akan di bawa ke RSUD Kota Banjar. Namun, sampai pukul 13.00 WIB, korban tidak kunjung datang.

“Kami sudah menyiapkan perawatan medis, mulai dari ahli syaraf dan tulang termasuk fasilitas ruangan. Ternyata setelah dilakukan konfirmasi, korban dari Puksesmas Kalipucang langsung dibawa ke rumah keluarganya di Yogyakarta,” pungkas Pohan.


(rsa)

views: 4.287x
shadow