Pilkada

Waduh, anggota KPU Ciamis diteror

Ujang Marmuksinudin

Kamis,  2 Mei 2013  −  20:19 WIB
Waduh, anggota KPU Ciamis diteror
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com – Anggota KPU Kabupaten Ciamis yang juga Ketua Pokja Penjaringan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ciamis Didi Heryadi mengaku, dirinya telah mendapatkan ancaman pembunuhan yang dilakukan sekelompok massa tidak dikenal.
 
Ancaman itu, diterima oleh Didi secara langsung sekitar pukul 02.30 WIB, Kamis (2/5/2013) dinihari. Didi yang sedang terlelap tidur dikediamanya, tiba-tiba dikejutkan kerumunan sekelompok massa di Halaman Rumahnya di Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis.

“Saat sedang tidur, tiba-tiba ada sekelompok massa mendatangi rumah saya mengunakan motor dan mobil. Mereka meminta saya keluar dari rumah dan berteriak saya harus mati, dan berteriak saya ada masalah dengan orang tua mereka,” kata Didi di KPU Ciamis, Kamis (2/5/2013).
 
Didi menjelaskan, teriakan itu disampaikan dalam bahasa sunda ‘maneh kudu paeh’  (kamu harus mati) dengan teriakan ‘maneh aya masalah jeng bapak aing’ (kamu ada masalah dengan bapak saya).

“Kedua teriakan itu yang paling terdengar jelas oleh saya. Melihat kelompok massa yang berjumlah belasan orang. Saya langsung menghubungi sejumlah tetangga dan pemuda di lingkungan rumah,” beber Didi.
 
Setelah banyak tetangga dan tokoh pemuda berdatangan ke rumah, mereka yang berteriak-teriak itu langusng kabur ke arah Kota Ciamis.

“Saya menduga, mereka yang melakukan teror itu merupakan orang suruhan dan berkaitan dengan penolakan KPU saat pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Ciamis dari jalur perseorangan,” sebut Didi.
 
Didi meyakini, karena sepengetahuan dirinya dia tidak mempunyai permasalahna lain selain yang berkaitan dengan tugasnya sebagai anggota KPU. Waktu itu, KPU pernah menolak calon perseorangan karena tidak memenuhi syarat.

“Pasca penolakan itu, saya sempat mendapat ancaman dari pendukungnya yang kecewa . Ancaman waktu itu hanya berupa short mesage service (sms) dan telepon. Ternyata semalam ancaman dilakukan dengan datang langsung ke rumah,” terang Didi.

 

(ysw)

shadow