Jawa Timur

Kapal Imigran gelap Trenggalek sengaja dikaramkan?

Solichan Arif

Minggu,  21 April 2013  −  10:42 WIB
Kapal Imigran gelap Trenggalek sengaja dikaramkan?
Ilustrasi

Sindonews.com - Kapal kayu jenis slerek yang ditemukan dalam kondisi terbalik pada 10 mil perairan Pantai Jokerto, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek memiliki kemiripan dengan kapal pengangkut imigran ilegal asal  timur tengah yang tenggelam tahun lalu di perairan pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek.
 
Selain diduga memang karam akibat terjangan ombak besar, ada spekulasi kondisi itu memang sengaja diinginkan pihak kapal. Tujuannya untuk memutus jejak pelarian ilegal ke Pulau Cristmas, Australia.
 
“Bisa juga seluruh penumpang sudah dipindahkan ke kapal lebih besar untuk dibawa ke Australia. Tapi mungkin juga kapal itu tenggelam di tengah laut kemudian dibawa gelombang ke pinggir,“ anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) Trenggalek Yoni Fariza kepada wartawan, Minggu (21/4/2013).
  
Kapal itu berukuran 15 X 3 meter dengan dominasi cat warna putih. Desain atau modelnya serupa dengan kapal-kapal nelayan di wilayah perairan Indonesia Timur. Melihat ukuranya, kapsitas maksimal penumpang hanya mencapai 50 orang.
           
Lebih kecil dari kapal pengangkut  imigran gelap yang tenggelam di perairan Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo tahun lalu. Saat ditemukan nelayan setempat Rabu (17/4) lalu, posisi  kapal dalam keadaan terbaik. Kemudian sauh kapal dalam kondisi menggantung. 

Namun di dalamnya, ditemukan lima tas berwarna hitam. Salah satunya berisi  dokumen  UNHCR (lembaga PBB yang mengurusi pengungsi) dengan atas nama Mohammad Hadi Husaini (38), dan Ali Rohimi (19).
 
“Karenanya saat ini Basarnas bersama petugas kepolisian melakukan penyisiran untuk mencari jejak korban. Kalau memang tenggelam tentunya akan ada korban. Penyisiran dikonsentrasikan sepanjang garis pantai Trenggalek,“ jelas Yoni.

Sementara dengan adanya petunjuk dokumen UNHCR, polisi terus mengembangkan penyelidikan. Menurut Kapolsek Panggul Ajun Komisaris Polisi Solichin, dugaan semakin kuat mengarah fungsi kapal sebagai pengangkut imigran gelap.
           
Saat ini polisi juga terus berupaya mengurai jalur perjalanan  yang digunakan kapal. Apakah melalui pantai Popoh wilayah perairan Tulungagung seperti kasus tahun sebelumnya, atau memang ada jalur baru yang belum terungkap. 
“Kita terus mengembangkan penyelidikan. Dugaan awal memang sebagai pengangkut imigran gelap yang bertujuan ke Australia,“ ujarnya.
           
Meski hingga kini belum ada petunjuk tambahan, jajaran kepolisian Trenggalek akan memaksimalkan penelusuran, terutama keberadaan korban, jika memang tenggelam, hingga tiga hari ke depan. 

“Kita akan terus berkoordinasi dengan jajaran polres sekitar yang memiliki perairan seperti Pacitan, Tulungagung, Blitar, Malang, Jember dan Banyuwangi,“ terangnya.
           
Sementara model kapal yang diduga mirip kapal nelayan yang berada di wilayah perairan Indonesia Timur dibenarkan Kasatpol Air Prigi, Kabupaten Trenggalek Agus Supriyanto. Menurutnya kapal tersebut kategori kapal kecil dengan hanya memiliki satu tingkat. 

“Setidaknya lebih kecil dari kapal pengangkut imigran gelap yang tenggelam sebelumnya di perairan Trenggalek,“ ujarnya.

 

(rsa)

shadow