Jawa Tengah & DIY

Keluarga korban Lapas Cebongan gerah disebut preman

Yos Naiobe

Sabtu,  6 April 2013  −  16:29 WIB
Keluarga korban Lapas Cebongan gerah disebut preman
Suasana Lapas Cebongan, Sleman paska penyerangan. (ridhohidayat/koransindo)

Sindonews.com - Keluarga dari empat warga NTT yang tewas dalam penyerangan sekelompok orang di LP Cebongan Sleman, itu tidak menerima jika anggota mereka yang tewas itu disebut  preman

Juru bicara keluarga korban, Viktor Manbait mengaku kecewa dengan pernyataan Ketua tim investigasi, Brigjen Untung K Yudhoyono yang menyebut, empat korban tewas ditangan 11 orang oknum kopassus itu adalah kelompok preman yang diduga membunuh Serka Santoso di Hugo's Cafe Yogyakarta.

Menyikapi pernyataan perwira TNI dengan pangkat bintang satu ini Viktor mengaku, labelisasi preman itu sengaja diciptakan untuk membentuk opini publik. Kakak kandung alm Yohanes Juan Manbait ini menegaskan bahwa apa pun alasannya, tidak ada pembenaran jika seseorang yang sudah dalam perlindungan negara (tahanan) dibantai secara keji.

"Jelas bagi kita bahwa penyerang LP Cebongan yang  menewaskan empat korban itu sudah didesain secara sistematis dan berencana untuk melakukan aksi pembalasan," ujarnya ketika dihubungi SINDO, Sabtu (6/4/2013).

Aktivis hak asasi manusia( HAM) di daerah perbatasan Timor Leste dan Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengharapkan proses hukum terhadap 11 oknum kopassus tersebut dilakukan melalui peradilan independen. Dia bahkan mengharapkan agar dibentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk menuntaskan  kasus ini secara menyeluruh.

Sebelumnya diberitakan, penyerangan Lapas Cebongan pada 23 Maret 2013 itu menewaskan Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, dan Hendrik Benyamin Sahetapy Engel yang semuanya merupakan warga NTT.


(ysw)

views: 837x
shadow