Jawa Timur

Kevin dan Devi diindikasi terlibat jaringan live sex

Nurul Arifin

Kamis,  4 April 2013  −  14:58 WIB
Kevin dan Devi diindikasi terlibat jaringan live sex
Tersangka Kevin saat berada di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak (Foto: Nurul Arifin)

Sindonews.com - Hasil pemeriksaan sementara terhadap Kevin (32) dan Devi (30), warga Surabaya Utara, diperoleh indikasi bahwa pasangan ini kemungkinan terlibat jaringan live sex. Bisnis pornografi yang terungkap pertama kali ini diduga memiliki jaringan yang lebih luas.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anom Wibowo mengaku, temuan secara faktual atas keterlibatan jaringan ini memang belum ada.

"Tapi beberapa indikasi mengarah ke sana kewmungkinan ada," kata mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (4/4/2013).

Kemungkinan itu didasarkan ada fakta soal rekam jejak dari pelaku sebelum berada di Surabaya. Kata Anom, dua orang ini memang pernah bekerja di tempat hiburan yang ada di Bali. Selain itu, tersangka juga pernah mengatakan, ia mengimbau kepada orang-orang yang melakukan bisnis seperti dia untuk segera bertobat.

Dari pernyataan itulah, mengerucut indikasi ada kelompok atau perorangan yang melakukan praktik seperti ini untuk mengeruk keuntungan.

"Dari pernyataan tersangka itu kemungkinan ada jaringan. Kami masih mendalami," kata Anom.

Polisi juga memeriksa sejumlah barang bukti. Yakni mengungkap pelaku ini sudah berhubungan dengan siapa saja.

Terungkapnya bisnis pornografi dengan cara menyajikan suguhan live sex ini cukup menghebohkan Surabaya. Sebab, Pasutri Kevin dan Devi ini demi mendapatkan uang Rp850 ribu rela beradegan sex di depan kliennya selama 20 menit.

Bahkan untuk menggaet pelanggan, mereka memasang promosi iklan di sebuah koran ternama di Surabaya. Dari pengakuan Kevin, bisnis live sex-nya itu baru melayani dua prang klien hingga akhirnya ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak di salah satu hotel di Kawasan Tambak Bayan, Surabaya.


(rsa)

views: 847x
shadow