Jawa Barat

2.274 Honorer Kategori II jalani uji publik akhir

2.274 Honorer Kategori II jalani uji publik akhir
Ilustrasi

Sindonews.com - Sebanyak 2.274 honorer kategori II yang sudah dinyatakan lolos perekaman data kembali akan menjalani uji publik tahap akhir. Uji publik tahap akhir itu, dilakukan jika masih mungkin ada pengaduan dari masyarakat terkait kesalahan pendataan honorer kategori II.
 
Sebelumnya, 2.274 honorer kategori II dinyatakan lolos rekam data tanpa ada pengaduan dari masyarakat dan sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE) MenPAN dan Reformasi Birokrasi.

“Pelaksanaan uji publik akan berlangusng selama 21 hari, mulai hari ini (kemarin).” Kata Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Ciamis Yoni Kuswardiono, Selasa (2/4/2013).
 
Yoni menambahkan, selama uji publik berlangusng, sanggahan atau pengaduan atas data-data yang ditampilkan termasuk kesalahan pada anma yang tercantum bisa disampaikan langsung ke BKDD Ciamis.

“Pengaduan tersebut, akan disampaikan oleh BKDD langsung melalui bupati kepada MenPAN,” terang Yoni.
 
Yoni menambahkan, sementara untuk pengangkatan honorer kategori II masih menunggu ketetapan KemenPAN. Tahapan selanjutnya setelah uji publik akhir, yaitu persiapan pelaksanaan uji tertulis. 

“Hanya saja, sampai saat ini waktu dan jadwal pelaksanaan tes tertulis masih menunggu informasi dari KemenPAN,” pungkas Yoni.
 
Kasubid Formasi Pensiun dan Kesejahteraan Pegawai BKDD Ciamis Ai Rusli Suargi menambahkan, sampai saat ini informasi yang sudah jelas untuk kategori II yaitu baru sampai pada tahapan uji publik akhir.

Adapun, informasi soal persiapan dan pelaksanaan uji tertulis dialkuakn berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No56/2012 dan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) N09/2012 tentang Pedoman Pengadaan Pegawai Negeri Sipil.
 
“Sampai saat ini, kami juga masih konsen dengan uji publik akhir selama 21 hari ke depan. Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada dinas/instansi untuk terus menyamapaikan informasi yang sebenarnya kepada para honorer kategori II. Jika informasi tidak sampai, khawatir para honorer terjebak iming-iming oknum tertentu,” terang Ai.
 
Ai mengatakan, pihakany sudha mulai menerima laporan adanya sejumlah honorer kategori II yang menjadi korban penipuan, membayar sejumlah uang karena tergiur iming-iming oknum tertentu yang menjamin mereka jadi PNS.

“Padahal, tahapan masih dalam proses. Jadi, para honorer harus menempuh proses ini sesuai ketentuan yang ada,” pungkas Ai.

(rsa)

views: 1.277x
shadow