Jawa Barat

Kisah pilu longsor Cililin

Ditemukan tubuh wanita menggendong bayi

Ditemukan tubuh wanita menggendong bayi
Longsor di Kecamatan Cililin. (sindophoto)

Sindonews.com - Tim evakuasi pencarian korban tanah longsor di Kampung Nagrok, Dusun Lembang, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali berhasil menemukan korban yang tertimbun.

Kali ini jasad yang ditemukan dalam kondisi mengharukan, karena satu korban perempuan dewasa tampak sedang menggendong anak kecil yang diidentifikasikan kedua jasad tersebut besar kemungkinan adalah Ros (32), dan Resti (3).

Dengan diketemukannya dua jenasah tambahan, maka korban tewas korban longsor di Kampung Nagrok, Dusun Lembang, yang berhasil ditemukan hingga Kamis 28 Maret 2013 berjumlah 12 orang. Mereka adalah Tedi (13), Dedi (27), Agus (5), Tika (26), Fitri (8), Aditia (3), Teten (28), Safaat (8), Tuti (48), Taryati(26), Ros (32), dan Resti (3).

Sedangkan, nama-nama yang kini terus masih dicari adalah Entis (55), Imas (55), Jesica Aulia (3 bulan), Iis (18), dan Cecep Hadiansyah (22).

Proses penemuan Ros dan Resti oleh petugas berlangsung alot. Ini dikarenakan sejak pencarian dilakukan mulai pukul 07.00 WIB hingga tengah hari belum ada tanda-tanda bakal ada jenasah baru yang ditemukan.

Ketika istirahat pukul 12.00 WIB dimana seluruh petugas turun untuk makan, pencarian masih nihil. Baru setelah pencarian kembali dilakukan sekira pukul 14.15 WIB petugas mulai menemukan bagian tangan yang menyembul.

Setelah digali lebih dalam jasad tersebut tertindih balok yang cukup besar. Setelah disingkirkan, baru terlihat jika tangan itu sedang memeluk seorang anak. Proses pengangkatan jasad keduanya pun tidak mudah dan berlangsung cukup lama.

Penyebabnya, selain terjepit runtuhan kayu, jenasah ibu dan anak itu juga terhalang batu besar sehingga perlu dipindahkan terlebih dahulu sebelum berhasil diangkat sekira pukul 15.30 WIB
 
"Dua jasad itu kemungkinan besar adalah Ros dan Resti. Mereka masih satu keluarga dengan Teten dan Safaat yang pada saat ditemukan juga dalam keadaan saling berpelukan," terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Maman Sulaiman saat ditemui Sindonews di lokasi, Kamis (28/3/2013).

Menurutnya, pada saat ditemukan jasad Resti (3) ada didalam pelukan ibunya (Ros). Sedangkan Ros, posisinya berlutut menghadap dinding tanah. Melihat kondisi tersebut, Maman meyakini jika keduanya sudah sempat meninggalkan rumah pada saat longsor terjadi.

Namun, datangnya material tanah sangat cepat sehingga keduanya tidak bisa menghindar dan menyelamatkan diri. Apalagi antara titik penemuan jasad dengan rumah hanya berjarak beberapa meter saja. Yang menandakan jika bangunan rumah pun ikut bergeser akibat dihantam tanah.

Dikatakan Maman, dua jasad yang baru ditemukan tersebut langsung diserahkan kepada keluarga yang ditinggalkan untuk langsung diurus dan dimakamkan. Walaupun pihaknya tetap akan melakukan otopsi dan tes DNA untuk lebih memastikan identitas korban. Serta guna lebih memastikan tidak ada dampak dari jasad yang ditemukan, mengingat mereka sudah terkubur selama tiga hari.

"Kami tegaskan jika jenasah yang sudah ditemukan sampai Kamis ini, ada 12 orang. Dan kami pun akan terus melakukan pencarian, sampai pihak pemerintah memutuskan menghentikan proses evakuasi," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pencarian korban sepanjang Kamis kemarin cukup lancar karena cuaca mendukung. Tidak seperti sehari sebelumnya dimana hujan turun dengan lebat di lokasi longsor sehingga pencarian dihentikan lebih awal pada pukul 10.15 WIB.

Pencarian melibatkan sebanyak 300 personel, yang ditambah dua para normal yang berinisiatif untuk datang guna membantu tim pencari yang sempat kesulitan menemukan tujuh korban yang diduga kuat tertimbun material longsor.

Kedua paranormal tersebut masing-masing adalah Abah Ipin (60), yang berasal dari Sumedang dan Wa Dawan (57) paranormal dari Banten. Kedua paranormal tersebut diketahui sebelumnya juga pernah terlibat dalam proses pencarian para korban dalam tragedi jatuhnya pesawat buatan Rusia, Sukhoi di Gunung Salak Bogor, beberapa waktu lalu. Setelah berkoordinasi dengan tim pencari, kedua paranormal itu langsung mendatangi lokasi longsor di Kampung Nagrog.

"Mereka mengatakan ada jua jenasah yang tertimbun sedalam dua meter di dekat pohon kelapa. Entah kebetulan atau tidak, tapi ternyata setelah digali memang ternyata di lokasi itu benar-benar ditemukan dua jasad yang terkubur," kata Maman yang antara percaya dan tidak percaya.

Sedangkan menurut, Komandan Pengendali Lapangan dari Pusdikpassus Batujajar, Kapten Infanteri Budi Rahman menuturkan, pihaknya sepakat untuk menghentikan pencarian pada pukul 16.00 WIB. Selain kondisi sudah mulai gelap tenaga para anggota tim sudah cukup lelah setelah melakukan pencarian secara manual sedari pagi.

Mulai kemarin pun petugas lebih selektif dan ketat ketika ada orang yang akan masuk ke lokasi longsor. Warga yang tidak berkepentingan dan hanya menonton, tidak diperkenankan untuk masuk.

"Kami putuskan menghentikan pencarian dan fokus kepada rencana pencarian besok (hari ini) dengan titik-titik yang diduga ada korban tertimbun," ujarnya.

(kri)

views: 1.878x
shadow