Kalimantan & Sulawesi

Berkas kasus suap di Kemenag Sidrap rampung

Yakin achmad

Rabu,  27 Maret 2013  −  17:09 WIB
Berkas kasus suap di Kemenag Sidrap rampung
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel merampungkan berkas perkara Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidrap Ahmad Rousdi. Tersangka diduga menerima suap dalam proyek pengadaan alat-alat multimedia (blockgrant) di Kemenag Sulsel tahun 2007 yang merugikan negara Rp1,04 miliar lebih.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel Chaerul Amir mengatakan, tim penyidik memprioritaskan perampungan berkas perkara penerima suap kasus blockgrant di Kemenag Sulsel.

"Perampungan berkas tersangka penerima suap kasus di Kemenag jadi prioritas penyidik untuk dituntaskan dan dilimpahkan," ujar Chaerul dikantornya, Rabu (27/3/2013).

Diketahui, pada proyek pengadaan alat-alat multimedia di Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel tahun 2007 tersebut, kejaksaan melakukan penyidikan dua dugaan pelanggran yakni tindak pidana korupsi dan dugaan suap yang dilakukan rekanan pada oknum pejabat Kemenag Sulsel.

Pada kasus dugaan korupsi di Kemenag Sulsel itu, kejaksaan menyeret tiga terdakwa dan telah diajukan ke Pengadilan Tipikor yakni mantan Kepala Bidang Urusan Agama (Urais) Kemenag Sulsel Rafi Anci, dua rekanan proyek masing-masing Direktur PT Milenia Perkasa Tjipluk Sri Rejeki dan Direktur CV Bila Utara Salim Rasyad.

Disisi lain, pada kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat-alat multimedia (block grant) di Kemenag Sulsel pada tahun 2007 lalu ini, Kejaksaan juga menelusuri dugaan tindak penyuapan yang dilakukan rekanan.

Bahkan untuk kasus suap kejaksaan sudah menetapkan mantan Kepala Sub bagian Perencanaan Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel yang kini menjabat sebagai Kepala Kemenag Sidrap Ahmad Rosadi sebagai tersangka.

Diketahui, kasus dugaan korupsi dan suap pada proyek pengadaan alat-alat multimedia di Kementrian Agama (Kemenag) Sulsel tahun 2007 dengan total anggaran Rp11 miliar, dimana pada perkara ini ditemukan kerugian negara sebesar Rp1,41 miliar.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel Nur Alim Rachim mengatakan, dalam proses perampungan berkas tersangka penerima suap proyek blockgrant dilingkup Kemenag Sulsel itu, tim penyidik bidang pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel juga menelusuri adanya pencucian uang hasil korupsi.

"Ada dugaan pencucian uang," ujarnya.

 

(ysw)

shadow