Jawa Timur

Ini alasan penundaan sidang pembunuhan Habib Alwi

Abdul Rouf

Rabu,  27 Maret 2013  −  15:58 WIB
Ini alasan penundaan sidang pembunuhan Habib Alwi
Ilustrasi

Sindonews.com - Sidang kasus pembunuhan ulama Sampang, Habib Alwi, oleh Pengadilan Negeri (PN) ditunda. Penundaan tersebut bukan tanpa alasan.

Menurut Humas Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo Adi Dahrowi, penundaan sidang lantaran hakim meminta terdakwa untuk didampingi oleh kuasa hukumnya.

"Kan enggak etik dan sesuai hukum juga jika terdakwa tidak didampingi kuasa hukumnya," jelas Adi Dahrowi, di PN Sidoarjo, Rabu (27/3/2013).

Diketahui, atas putusan sidang tersebut, massa pendukung Habib Alwi marah dan melakukan pengejaran terhadap terdakwa. Tak pelak, sidang yang sebenarnya direncanakan di PN Sampang dipindah hari ini ke PN Sidoarjo

"Sidang dipindah ke PN Sidoarjo dengan alasan keamanan. Sidang ditunda pekan depan," tandasnya.

Sementara itu, pihak keluarga Habib Alwi menyayangkan penundaan persidangan perdana yang sedianya akan digelar hari ini. Hal itu diungkapkan Fatimah, warga Desa Batuporong Barat, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang.

"Kami meminta agar terdakwa dihukum seberat mungkin karena telah membunuh Habib Alwi," tegasnya dengan penuh amarah.

Dia juga tidak terima kalau sidang dipindahkan ke PN Sidoarjo dan harusnya digelar di PN Sampang.

"Seharusnya sidang hari ini kan di PN Sampang, tetapi kenapa harus dipindah ke PN Sidoarjo," jelas Fatimah.

Seperti diberitakan Sidang perdana kasus pembunuhan Habib Alwi, warga Desa Batuporong Barat, Kecamatan Kedundung, Kabuten Sampang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, berlangsung ricuh. Hal ini lantaran penundaan sidang yang ditunda lantaran terdakwa tidak didampingi penasehat hukum.

Tak pelak, massa pendukung ulama Sampang itu terlibat bentrok Meski begitu, pihak keluarga Habib Alwi tetap meminta Majelis Hakim untuk menghukum 

Massa pendukung ulama Sampang itu terlibat bentrok dengan polisi saat sidang dengan agenda pembacaan dakwaan.

Pendukung Habib Alwi juga memprotes sidang dengan terdakwa Matluki (57), warga Sampang karena ditunda dengan alasan terdakwa tidak didampingi penasehat hukum.

Beberapa pengunjung wanita yang diketahui adalah keluarga korban nekat mengejar terdakwa yang dibawa ke ruang tahanan yang berada di belakang PN. Mereka memaki-maki terdakwa yang dikerubungi oleh pasukan tangkal Polres Sidoarjo.

 

(rsa)

shadow