Jawa Tengah & DIY

Para saksi peristiwa penyerangan LP Cebongan ketakutan

Para saksi peristiwa penyerangan LP Cebongan ketakutan
Ilustrasi, (Ist).

Sindonews.com - Ke-31 tahanan yang melihat langsung eksekusi empat tahanan titipan Polda DIY di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, akan dikoordinasikan mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Hal itu diperlukan, karena mereka merasa trauma dan takut setelah dimintai keterangan dari pihak kepolisian, terkait dengan keamanannya yang terancam, baik dirinya maupun keluarganya.

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM), Siti Nurlaila mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan LPSK agar para tahanan merasa aman, dan pulih dari gangguan psikologisnya.

"Tahanan yang berada di ruang A5 melihat langsung eksekusi itu, dan setelah dimintai keterangan dari pihak kepolisian, juga merasa khawatir keamanannya dan keluarganya. Nantinya, untuk perlindungan di Lapas, mereka akan mendapatkan perlindungan khusus sesuai dengan kebutuhan," kata Siti di Yogyakarta, Selasa (26/3/13).

Peristiwa empat tahanan yang dieksekusi dengan cara ditembaki oleh orang tak dikenal itu, selain pelanggaran hak hidup juga ditemukan adanya pelanggaran berupa, penyiksaan.

"Hampir semua penjaga Lapas sebanyak delapan orang dan juga Pak Margo (Kepala Penjaga Lapas) mendapatkan tendangan, pemukulan, dipopor dengan gagang senjata, dan penodongan," ujarnya.

Mengenai perlindungan bagi saksi dari petugas Lapas, kemungkinan juga sudah mendapatkannya dari lembaga pemerintahannya. "Harusnya Kementerian Hukum dan HAM sudah mempunyai langkah-langkah ke sana (perlindungan)," ujar penyelidik dari Komnas HAM, Mimin Dwi Hartono.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, pada Sabtu 23 Maret 2013 dini hari, belasan orang bertopeng dan bersenjata melakukan penyerangan ke LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Dalam aksi penyerangan tersebut, empat tahanan tewas ditembak. Empat orang itu antara lain bernama Hendrik Angel Sahetapi alias Deki (31).

Kemudian Yohanes Juan Manbait (38), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33). Keempatnya merupakan pelaku penganiayaan hingga menewaskan anggota TNI AD, Sersan Satu Santoso, di Hugo's Kafe.

(maf)

views: 1.083x
shadow