Jawa Tengah & DIY

Lapas Cebongan diserang, Ini kata BIN

Rico Afrido

Senin,  25 Maret 2013  −  14:34 WIB
Lapas Cebongan diserang, Ini kata BIN
Kepala BIN Marciano Norman. (okezone)

Sindonews.com - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menilai aksi penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata terhadap Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, tidak dapat ditolerir.

Dan penegakan hukum, kata dia, harus dikedepankan. Mengingat, ada empat korban tewas dalam peristiwa keji tersebut.

"Mari kita beri dukungan pada kepolisian untuk melakukan proses penyelidikan berikutnya supaya mendapatkan informasi yang terbaik," ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2013).

Mengenai dugaan oknum TNI sebagai pelaku penyerangan tersebut, menurutnya, dugaan demikian harus disertai bukti yang kuat.

"Kalau menduga kan bisa saja. Tetapi kan itu harus dibuktikan melalui suatu proses yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait," katanya.

BIN, lanjutnya, mendukung kepolisian untuk melakukan proses penyelidikan. "Kita tunggu hasilnya," imbuhnya.

Mengenai jenis peluru yang digunakan para pelaku, Marciano mengatakan kalau pelurunya kaliber 7,62 mm. Menurutnya, peluru kaliber 7,62 mm, bukan lagi standar TNI.

Seperti diberitakan, pada Sabtu 23 Maret 2013 dini hari, belasan orang besenjata melakukan penyerangan ke Lapas Cebongan, Sleman. Dalam aksi penyerangan tersebut, empat tahanan tewas dieksesuki di dalam sel.

 

(ysw)

shadow